WPI Sumut Silaturahmi dengan Ketua BKOW Sumut

MEDAN | Pengurus WPI (Wanita Penulis Indonesia) Cabang Medan berkunjung ke kediaman Ketua BKOW SUMUT Hj Kemalawati AE di Jalan Lintas Medan-Tanjung Morawa, Rabu (2/1/2018).

Kehadiran WPI sekaligus mencetus Hj Kemalawati AE menjadi salahsatu Penasehat WPI Medan, Sumatera Utara periode 2017-2022. Kemalawati menyambut baik dan sangat mendukung keberadaan WPI, agar semakin banyak perempuan yang memiliki kepedulian pada sesamanya.

“Semoga WPI tidak hanya menulis, tapi juga bisa berbuat banyak untuk mendukung dan membela kepentingan kaumnya. Apalagi menjelang pemilihan umum, pastilah banyak hal yang harus dipersiapkan terkait keterlibatan perempuan di dunia politik,” kata Kata Ketua BKOW yang akrab disapa kak Kemala ini.

“Bagaimana para perempuan kita ini bisa kita dukung tanpa harus mengeluarkan banyak uang, tapi berdasar kecerdasan dan memang memiliki kapasitas di bidangnya. Itu yang wajib kita bantu. Tidak peduli siapapun dia, jangan pandang dari golongan mana, tapi lihat bagaimana dia bisa bekerja dan membuktikannya kepada masyarakat.” ujarnya.

Kemala menambahkan, keberadaan perempuan di dunia usaha yang bermukim di pinggiran kota atau di daerah pedalaman, hendaknya menjadi perhatian juga.

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita untuk mengekspos keberadaan mereka dengan berbagai kendala yang mereka alami. Khusus perempuan yang sehari-hari bekerja di rumah membantu mencari tambahan pendapatan suami, kadang kerja mereka lebih keras dan lebih berat dibanding hasil yang diterima,” ungkapnya.

Kemala menyambut baik rencana WPI menerbitkan buku tentang kegigihan perempuan-perempuan di Sumatera Utara yang diharap kelak bisa menjadi motivasi dan menginspirasi kaum perempuan.

Ditanya tentang keberadaan WPI, Anita Kencana Wati menyampaikan, bahwa WPI bukan perkumpulan baru. Sesuai visinya, WPI merupakan wadah bagi para penulis wanita untuk berkumpul menjadi satu, saling bertukar wawasan, saling berbagi ilmu dan saling memberi dukungan pada sesama penulis maupun masyarakat awam, yang memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang penulis yang menciptakan karya luar biasa, baik berupa sastra, karya ilmiah maupun karya tulis populer.

“Wadah para penulis ini sudah ada sejak awal Januari 1983. Para pendirinya adalah penulis-penulis perempuan terkenal di zamannya. Seperti Titik Puspa, Titie Said dan Titik Ws,” pungkasnya. (SSO-01)