WOW…!! Oknum “ASN” Provsu Diduga Sebagai Big Bos Dibalik Layar EO HUT Ke-13 Kabupaten Batubara

Batu Bara. SSOL.COM- “The specialis outside of Linning Sector” atau istilah pamasarannya “Pemain luar garis dan dibelakang layar”, mungkin demikian gelar keahlian spesial yang pantas disematkan kepada SM sang oknum ASN provsu, meski notabene bertugas sebagai Ka. UPT Disdik di 3 kabupaten, nampaknya tak lantas membuat dirinya sibuk memajukan sistem pendidikan ditingkatan SMA dan SMK se-wilayah tugasnya.

Buktinya SM lah yang masih terus disebut-sebut merupakan BIG BOSS dibalik layar CV. Yohara Gemilang (CV. YG) selaku pihak Event Organizer (EO) pelaksana tunggal kegiatan Hari Jadi kabupaten Batu Bara ke 13 (baca: HUT ke 13 Batu Bara). Walau berulang kali ia membantah kala ditanya sejumlah wartawan atas dugaan sebagai pihak pemenang tender acara tahunan yang sengaja digelar oleh pihak pemkab setempat.

Namun banyak bukti yang menyebutkan, bahwa sejatinya SM lah pemain tunggal sebagai pelaksana kegiatan HUT ke 13 Batu Bara yang berbiaya FANTASTIS itu. Keberadaan SM selaku oknum dibalik EO CV. Yohara Gemilang pun bukan fitnah, sebab berdasarkan penelusuran awak media, baik kepala OPD maupun staf bidang Kesra pada sekretariat Daerah membenarkan kalau SM memang sebagai pihak pemenang tender kegiatan.

Entah benar atau salah, yang jelas SM sendiri patut diduga telah menyalah gunakan wewenang jabatannya untuk kepentingan memperkaya diri sendiri, termasuk dugaan penyelewengan anggaran kegiatan yang mengiringi sisi buruk pelaksanaan HUT ke 13 kabupaten Batu Bara yang telah kelar dilaksanakan beberapa waktu kemarin.

Parahnya semua biaya yang seharusnya wajib dikeluarkan dalam belanja kegiatan, diduga kuat masih banyak diselewengkan oleh EO penyelenggara, sehubungan banyaknya penyelewengan dalam kegiatan HUT Batu Bara kali ini juga diungkapkan oleh Juru Bicara LSM Advokasi Citra Independen (ACI), Bambang Irawan.

Kepada beberapa awak media, diuraikan Bambang bahwa selain penyelewengan biaya sewa stand yang telah diungkapkan KAMPAK, belanja sewa meja kursi juga senilai total Rp. 24.700.000 pun juga dilakukan oleh EO.

“Kami sudah iventarisir jumlah seluruh kursi plastik yang disewa, tak cuma harga sewa saja yang di manipulasi, tapi jumlah kursi yang disewa pun tidak sesuai dengan anggaran dalam RAPK. Demikian di daftar RAPK ada penyewaan kursi sofa seharga Rp. 6 juta, tapi kenyataannya tidak ada 1 sofa pun diletakkan dalam acara saat itu”, ungkapnya.

Lebih lanjut dibeberkan Bambang, terkait pengadaan 3 unit generator yang seharusnya disiapkan E dengan nilai anggaran Rp. 22.900.000 (baca: dua puluh dua juta sembilan ratus ribu rupiah), ternyata masih dimanipulasi juga oleh CV. Yohara Gemilang sebab fakta dilapangan hanya terdapat sebanyak 2 unit generator (genset -red) saja dan itupun dihadirkan EO setelah sehari acara tersebut berjalan.

“Kami juga berencana akan membuat laporan temuan tersebut baik ke BPK RI maupun ke ranah hukum, dengan tujuan agar uang rakyat tidak se-enaknya dipermainkan untuk memperkaya diri sendiri oleh oknum, apalagi oknum tersebut merupakan seorang pejabat ASN”, tegasnya.

Terpisah, Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) kabupaten Batu Bara, Zulham Efendi menyesalkan tindakan atas dugaan “Manipulasi” biaya dalam kegiatan HUT ke-13 kabupaten Batu Bara. “IPK Batu Bara mengutuk keras ‘Manipulasi” anggaran dalam acara Hari Jadi Kabupaten Batu Bara”, tegasnya.

“Kami menyesalkan terjadinya dugaan segala manipulasi dana yang dilalukan oleh oknum EO tersebut, tolong jangan jadi pesta rakyat Batu Bara sebagai ajang untuk memperkaya diri. Sayangnya.., dengan biaya sebesar Rp. 1,5 M lebih ternyata cuma menghasilkan acara yang tidak berkualitas. Acaranya monoton dan tak semarak, bahkan kami melihat sendiri masyarakat Batu Bara tidak antusias hadir seperti pada HUT Batu Bara pada tahun-tahun sebelumnya”, ujar putra daerah kelahiran desa Simpang Dolok itu.

Oleh karenanya, Zulham berharap agar pemerintah setempat, dalam hal ini Pemkab Batu Bara, dapat benar-benar selektif dalam segala aspek. “IPK memghimbau agar kedepan, Pemkab Batu Bara menyerahkan segala pekerjaan kepada ahlinya. Atau istilah populernya, tetap memprioritaskan prinsip ‘The Right Man On The Right Place”, kata Zulham menutup perbincangan.

Aci Mukhlis