Warga Pendawa Kecam Oknum Pembubaran Jaran Kepang

Medan. SSOL.Com-Terkait adanya oknum-oknum yang mengatas namakan Ormas Islam, melakukan pembubaran, pengusiran terhadap para pemain atraksi kesenian dan  kebudayaan jarang kepang, bahkan meludahi warga yang ikut melerai pertikaian pengusiran atraksi yang di gelar disalah satu kota yang videonya tersebar di internet.

H Ruslan Pendiri/Ketua Umum DPW Persatuan Pemuda Jawa (PENDAWA) Sumatera Utara, mengecam keras dan meminta pihak penegak hukum segera menangkap dan mengusut tuntas oknum-oknum arogansi dan premanisme mengaku Ormas Islam yang membubarkan atraksi seni kebudayaan jaran Kepang (jahtilan) tersebut.
Pada siaran persnya, Rabu (7/4) di Sekretariat DPW Pendawa Sumut Jalan Garu III Medan,  H Ruslan SH menegaskan, apa yang dilakukan oknum-oknum yang mengaku ormas Islam terhadap pecinta seni dan kebudayaan tersebut, sudah masuk ke ranah hukum.

Oknum ormas tersebut tidak memiliki kewenangan dalam melakukan pembubaran atraksi kesenian tersebut, terlebih dalam upaya membubarkan, mereka tidak memiliki surat tugas dari instansi terkait, bahkan mereka bukan petugas satgas Covid 19. Namun jika oknum ormas islam tersebut merupakan tim satgas Covid 19, mungkin para warga atau para pecinta kesenian tersebut bisa memahami.

Tapi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku ormas Islam tersebut, ini sudah tindakan anarkis dan apa yang dilakukan oleh oknum tersebut juga sudah menimbulkan SARA, Jika ini tidak segera di usut tuntas maka bisa menimbulkan konflik dan pergesekan nantinya.
Selain itu, oknum tersebut juga sudah melakukan tindakan mempermalukan orang lain di depan umum, dimana oknum ormas Islam tersebut meludahi warga yang mencoba menentang bahkan melerai pembubaran atraksi tersebut.

Ruslan, yang merupakan salah satu pendiri paguyuban etnis Jawa juga aktifis kepemudaan di Sumatera Utara, meminta pihak kepolisian selaku penegak hukum dan pihak terkait lainnya, segera mengusut tuntas aksi premanisme dan arogansi tindakan oknum yang mengatas namakan ormas Islam tersebut.

Tambahnya, kebudayaan dan kesenian seperti jaran kepang, reog, ludruk, ketoprak, dan kesenian lainnya, merupakan warisan kesenian turun temurun etnis Jawa yang keberadaannya harus dilestarikan, karena merupakan aset pariwisata di NKRI.

Kesenian Jaran kepang bukan hanya dipertotonkan buat etnis Jawa, tapi juga kerap di pertontonkan di depan umum. Atraksi jarang kepang tersebut memiliki nilai cerita sejarah jika dimaknai, tidak ada mengandung nilai seksualnya. Murni warisan kesenian Indonesia yang harus dilestarikan oleh generasi muda Indonesia tanpa membedakan etnis dan golongan.

Jadi, apa yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatas namakan ormas Islam tersebut, sudah membuat ketersinggungan dan melukai hati bagi etnis Jawa yang ada di NKRI ini, jadi mewakili etnis Jawa dan rumpun yang ada di NKRI khususnya Sumatera Utara.

Keluarga Besar Persatuan Pemuda Jawa (PENDAWA) meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap oknum yang arogansi mengatas namakan ormas Islam itu, segera di tangkap dan di proses sesuai hukum,”tegas Ruslan.

Deddy

LEAVE A REPLY