Walikota Tetapkan UMK Tebing Tinggi Tahu 2020 sebesar Rp 2.537.875.

Tebing Tinggi,SSOL.COM-Walikota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi MM menegaskan terhitung mulai tanggal 1 Januari  2020, mulai berlaku UMK (Upah Minimum Kota Tebing Tinggi) sebesar Rp 2.537.875 per bulan. Kepada para buruh dan pekerja perusahaan, jika ada ketidak sepahaman antara pekerja dan perusahaan dilakukan musyawarah secara Bipartit untuk mencari solusi terbaik bersama .

Kepada perusahaan yang telah memberi upah diatas UMK dan UMP selama ini dilarang untuk menurunkan upahnya, perlu diketahui bahwa UMP (Upah Minimum Propinsi) telah ditetapkan Gubsu tanggal 1 Nopember 2019 no188.44/674/KPTS/2019 sebesar Rp2.499.423 per bulan,  begitu juga UMK Tebing Tinggi berdasarkan surat walikota nomor 560/8870/Naker_ indo/11/2019 tertanggal 8 Nopember 2019, dan mengacu kepada peraturan yang ada termasuk peraturan Mentri Ketenagakerjaan No.15 Tahun 2018, Gubsu telah memutuskan penetapan UMK Kota Tebing Tinggi dengan No.188.44/1458/KPTS/2018 tertanggal 21 Nopember 2019, mulai berlaku resmi 1 Januari 2020, tegasnya di hadapan awak Media.

Hal itu ditegaskan Walikota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi MM saat Konprensi Pers dihadapan media cetak dan elektronik, bertempat di kantor Disnaker,  Jalan Gunung leuser, Rabu, 18 Desember 2019.

Walikota yang didampingi Ketua Dewan Pengupah kota Tebing Tinggi yang juga Kadisnaker Ir Iboy Hutapea, Ketua Dewan Pakar Pengupah DR Mangasi Sinurat, Ketua Apindo, Ketua SPSI, Ketua SBSI, Kepala BPJS Kesehatan Isabela,Kepala BPJS Tenaga Kerja.

Lebih Umar Walikota menjelaskan, jumlah tenaga kerja yang ada  di kota Tebing Tinggi ada 1200 orang, jika ada permasalahan antar pekerja dan perusahaan belum, Umar meminta agar diselesaikan secara bipartit,  bisa juga di tempuh melalui  jalan Tripartit,  yang melibatkan Dewan Pengupah Kota/ Kadisnaker, oleh karena itu kepada Perusahaan sangat diharapkan terus dibangun komunikasi sinergi yang baik jelasnya, kepada Media.

Aguswan