Trauma Atas Perlakuan Oknum Guru, Siswa SDN 056019 Pematang Serai Pindah Sekolah

Tanjung Pura, SSOL-Trauma dengan prilaku oknum guru yang ringan tangan, AF dan TM siswa kelas IV SDN 056019 lebih memilih pindah sekolah. Keduanya mengaku mendapatkan prilaku kasar dari oknum guru berinisial V karena alasan sepele.

Hal tersebut disampaikan Herianto, orangtua AF dan TM kepada Metro24jam di SDN 056019, Jum’at (18/10) jam 10.30 WIB. Kedatangan Herianto ke SDN tersebut untuk menyampaikan keberatan atas prilaku oknum guru yang terkesan ringan tangan.

Herianto mengaku, anaknya diperlakukan demikian lantaran dituding oknum guru kerap bermain disaat jam belajar. “Kalau anak saya memang lasak, kan masih bisa dinasihati dengan cara yang baik. Bukan main pukul seperti itu. Sampe luka betisnya karena dipukul rol,” kesal Herianto.

AF yang didampingi ayahnya juga mengaku bahwa gurunya sering memojokkan dirinya didepan teman-temannya. “Dibilang ibu itu kami kelompok anak bodoh, kami juga sering dihukum. Padahal bukan kami aja yang sering bermain di jam belajar,” beber AF.

Masih menurut Herianto, anaknya sudah 3 hari enggan untuk masuk sekolah lantaran trauma atas tindakan oknum guru terhadap anaknya.

“Adik perempuannya dah duluan pindah sekolah, ni abangnya juga minta dipindahkan lantaran trauma sama gurunya,” pungkas Herianto.

Saat yang bersamaan, Dedi Suhendra, orangtua dari DO juga mengaku ingin menyampaikan keberatannya terhadap prilaku oknum guru berinisial SF yang sudah berbuat tak pantas kepada putrinya.

“Gak terima kali aku, kepala anakku dihantukkan dengan kepala temannya. Padahala temannya itu laki-laki. Dah gitu, di depan teman-tamannya kepala mereka dihantukkan. Alasannya sama, karena bermain disaat jam belajar,” ungkap Dedi.

Saat ditemui Herianto dan Dedi di sekolah, Kepsek SDN 056019 Nurhayati M SPdI sedang tidak ada ditempat. Yang bersangkutan sedang mengikuti diklat di Kota Medan.

Sementara, oknum guru berinisial V saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut, dirinya mengaku tidak ada melakukan hal itu. “Saya cuma menyuruh murid-murid agar tidak bermain disaat jam belajar, hanya itu aja,” pungkas oknum guru berinisial V.

Ahmad