” Tolak Radikalisme ” Polres Padangsidimpuan Melaksanakan 3 Pilar PLUS  (POLRI, TNI, PEMKO) 

Padangsidimpuan.SSOL-Dalam rangka mencegah paham radikalisme dan menciptakan kerukunan umat beragama di wilayah kota Padangsidimpuan Polres Padangsidimpuan melaksanakan pertemuan tiga pilar, bertempat di aula Endra Darma Laksana Polres Padangsidimpuan, Rabu ( 06/06/2018) pukul 14.00 wib.

Hadir dalam Pertemuan 3 Pilar ini diantaranya; WALIKOTA PADANGSIDIMPUAN DR. H. SARMADAN HASIBUAN, SH. MM, Kapolres Padangsidimpuan AKBP HILMAN WIJAYA, SIK. MH, Ketua Pengadilan Negeri Padangsidimpuan JULIUS PANJAITAN, SH. MH, Ketua MUI Padangsidimpuan Drs. H. ZULFAN EFENDI , MA, Mewakili KAJARI Kasi Intel Soleh, SH, M.Hum, Wakapolres KOMPOL JW. SIJABAT, SH, Mewakili Dandim 0212 / TS MAYOR M. RABANI, Ketua FKUB Ustaz FADLI NASUTION, Tokoh Agama dari Destinasi Gereja , Tokoh Agama Budha, Ketua KNPI, Organisasi Masyarakat PUJAKESUMA, Ketua PC Al Wasliyah MISBAHUDDIN, Ketua PD Muhammadiyah Ustaz H. AMIL MAHZUL, Ketua NU.

Kapolres Padangsidimpuan Akbp Hilman Wijaya Sik, menyampaikan; Terorisme bukanlah mewakili satu agama dan tidak melambangkan Agama, Intoleransi merupakan awal timbulnya permasalahan, dalam hal ini Polres senantiasa berupaya terus menjaga Kota Padangsidimpuan, Polres juga berharap dukungan dari masyarakat dalam hal mencegah Radikalisme di Kota Padangsidimpuan, serta Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah, dan Ketua Rt/Rw berperan penting Memberantas Teroris Di Wilayah Masing-Masing.

Kapolres juga menambahkan, “Lurah Dan Rt Masing-Masing Kelurahan agar melakukan pengecekan ketempat Kos-Kosan terutama Orang-orang yang tidak dikenal. Mereka Merupakan Aparat Terdepan Dalam Membangun Sistem Kewaspadaan Lokal, Peran ketiga Pilar tersebut harus memegang beberapa prinsip yang harus dilaksanakan secara bersama-sama yaitu Komunikasi Intensif, Transparansi, Sinergi yang harmonis, Kesetaraan dalam penyelesaian masalah, Komitmen mewujudkan Kamtibmas dan Membangun Kemitraan, serta terimakasih atas kehadiran, partisipasi bersama kami untuk menolak Aksi Teroris ” beber AKBP Hilman Wijaya Sik.

Dr. H. Sarmadan Hasibuan SH, MM Pj. Walikota Padangsidimpuan menyampaikan, ” Pemko menyambut baik Program yang diselenggarakan Polres dalam Pencegahan Teroris, juga Sangatlah penting peran Tokoh Agama , Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Adat dalam menjaga keutuhan NKRI, Kepada Camat, Lurah, Kepling agar mengaktifkan Pos Kamling, terkait Pilkada, Perbedaan pilihan tidak memutuskan tali silahturahmi kita” ujarnya.

Ketua Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan juga menyampaikan bahwa, ” saya juga, Mengapresiasi gagasan Polres Padangsidimpuan terkait pencegahan Radikalisme, Dalihan Natolu merupakan sebagai kunci persatuan persaudaraan kita di Padangsidimpuan” terangnya.

Ketua MUI Padangsidimpuan menyatakan, Islam adalah Agama yang Rahmatul Alimin, Orang yang tidak paham agama yang menimbulkan Radikalisme, MUI berharap mari kita jaga kebersamaan, kenyamanan dan kekondusifan Kota Padangsidimpuan” pintanya.

PA Bung Kodim Mayor Inf M. RABANI mewakili Dandim 0212 / TS menyampikan : Babinsa dan Bhabinkamtibmas tetap bersinergi dilapangan

Ketua FKUB Kota Padangsidimpuan menyatakan : Agar Pemko dan Polres menyurati pihak kampus untuk sosialisasi untuk tidak berbuat Radikalisme

Mewakili Agama Kristen Sahat Tua Sinaga menyampaikan : Yang banyak itu belum tentu baik, yang baik itu belum tentu banyak.

Pimpinan Agama Budha menyatakan : jangan mudah terpancing dengan berita hoax

Ketua PC Alwasliyah Kota Padangsidimpuan menyampaikan sepakat dengan Kapolres Padangsidimpuan bahwa kegiatan ini tidak berhenti dalam deklarasi ini saja serta semua warga berkomitmen menjalankan Nilai Pancasila.

Mewakili PC NU Kota Padangsidimpuan an. Edi Gustian, MA (Bendahar PC NU) menyampaikan pertemuan Integritas agar ditingkatkan dan berbagi ide dalam pencegahan radikalisme

Ketua KNPI Kota Padangsidimpuam Andi Lumalo Harahap, SH menyampaikan Cinta terhadap agama berarti cinta terhadap Negara

Tokoh Agama Katholik oleh Yulianus Ndraha, S.Ag, S.Pd menyampaikan Tahun Ajaran Baru nanti FKUB bisa masuk mengajarkan Tentang Intoleransi

Pukul 15.10 Wib dilanjutkan dengan Pembacaan Deklarasi Bersama oleh seluruh peserta.

Martin Gabe