Tinggalkan Rumah dan Jarah Barang, Istri Siri Malah Lapor Suami ke Polisi Soal Penelantaran

MEDAN, SSOL.Com- Nasib sial dialami Agus Tami Lubis (58) warga Jalan Datuk Kabu, Gang Famili Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) di MIS Swastai TI Al-Mustafawiyah ini, dilaporkan mantan istri Sirinya yang bernama, Suharti Supardi (59) warga Jalan Japaris/Jalan Rahmadsyah, Gang Waspada, Kelurahan Kota Matsum, Kecamatan Medan Area.

Anehnya, mantan istrinya itulah yang meninggalkan suaminya dari rumah usai terjadi cekcok mulut pada tanggal 25 November 2017 lalu. Dan keesokannya, tanggal 26 dan 27, mantan istri sirinya itu mengajak kakaknya, Hj Sopiah alias Piok dan dua orang pria pekerja untuk menjarah barang-barang perabot di rumah Agus Tami Lubis di Jalan Datuk Kabu, Gang Family, disaksikan jiran tetangga.

Mirisnya, setelah itu sang istri malah melaporkan suaminya ke Polrestabes Medan pada tahun 2020 kemarin dengan bukti Laporan Nomor: LP/151/K/I/2020/SPKT RESTABES MEDAN tanggal 17 Januri 2020.

Demikian diungkapkan, Agus Tami Lubis kepada wartawan di Medan, Minggu (11/4/2021) siang. Agus mengaku kalau istri sirinya itu melaporkan atas dugaan penelantaran dalam lingkup rumah tangga, sebagaimana dimaksud dalam pasal 49 UU RI No. 23 tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi sejak bulan November 2017 sampai dengan sekarang.

“Tega sekali dia mantan istri siri saya itu, padahal dia yang meninggalkan saya dari rumah. Bahkan seluruh barang-barang di dalam rumah dibawanya sampai makan pun saya gak bisa, soalnya seluruh piring dan sendok, gelas dibawanya juga pada saat saya pergi mengajar dan dia masuk ke rumah itu dengan orang lain,” ungkap Agus, kesal.

Agus pun kini harus bolak-balik datang memenuhi panggilan penyidik dari Polrestabes Medan dalam kasus itu. “Besok sudah panggilan ketiga. Saya sudah ikuti semua panggilan itu dengan baik, malah dia minta harta gono-gini dari rumah orang tua saya yang saya tinggali,” beber Agus lirih.

Padahal, beber Agus lagi, selain tak memenuhi kewajibannya sebagai istri secara jasmani dan rohani, istri sirinya itu juga sudah mengambil barang di dalam rumahnya berupa lemari, kulkas, mesin cuci, meja makan jepara, barang pecah belah seperti piring, sendok, gelas, tempat sepatu dan banyak lagi.

“Selama dua hari mereka mengangkut barang-barang itu dari rumah saya pada saat saya pergi mengajar pada pagi harinya dan tanpa seizin saya. Mereka mengangkutnya pakai mobil Pik Up. Sempat ditanya abang saya yang rumahnya bersebelahan, tapi mereka malah bilang agar abang saya jangan ikut campur,” ucap Agus diamini abang kandungnya, Syahrul (62) sembari menunjukan bukti foto-foto penjarahan itu.

Apalagi, Agus mengaku tak pernah sama sekali melakukan tindak kekerasan secara fisik sejak ia menikahi istri sirinya itu tahun 2015 sialam. Semenjak itu, ia membawa Suharti Supardi ke rumah peninggalan orangtuanya di Jalan Datuk Kabu, Gang Famili.

“Istri pertama saya sudah meninggal. Dua tahun menikah kami ribut, dan disitu dia ninggalkan rumah tanpa saya usir. Saharusnya dia gak boleh begitu. Dia gak suka sama anak perempuan saya yang saya sayangi karena itu anak saya satu satunya dari almarhum mantan istri saya. Tapi sekarang anak saya juga sudah meninggal tahun 2019 lalu,” kenang Agus sedih.

Agus pun kini dilanda pilu. Dua orang yang dicintainya telah pergi selama-lamanya. Kini ia diterpa laporan dari istri sirinya yang menuntut banyak hal termaksud materi dari rumah yang ditinggalinya.

“Rumah yang saya tinggalin sekarang ini warisan almarhum orangtua saya dan atas nama saya. Sejak 2015 kami tinggalin bersama dan saya renovasi dengan uang saya pinjam ke Bank. Saat ini sayalah yang terus membayari cicilan kreditnya,” ungkap Agus lagi.

Padahal waktu ribut, Agus pernah bilang ke mantan istri sirinya itu yang buru-buru mau meninggalkan rumah agar jangan membawa barang-barang di dalam rumah. Selama 3 tahun tidak lagi tinggal bersama, Agus mendapat surat panggilan dari Polrestabes Medan tertanggal 7 April 2021. “Ternyata dia melaporkan saya di tahun 2020 lalu. Anehnya, dia yang meninggalkan saya sejak 2017, dan dia yang melaporkan saya penelantaran. Dan laporannya juga di tahun 2020 sekitar bulan Juli,” heran Agus.

Di panggilan pertama, pengacara menelfon juru periksa (Juper), Bripka Yuki A. Tamoubolon yang sedang memintai keterangan Agus membahas soal pembagian harta gono-gini rumah yang ditempati Agus.

“Dihadapan saya pengacaranya ngomong ke Juper dan jupernya mengatakan ke saya, gimana soal rumah yang saya tempati karena mantan istri saya meminta pembagian Rp 100 juta. Inikan seperti memeras saya, setelah dia mengambil dan menjarah barang-barang di rumah saya hingga meninggalkan saya sendiri di rumah,” kesal Agus.

Atas apa yang diperbuat Suharti Supardi terhadap Agus, ia berharap polisi bisa berlaku adil dan tegas. Bahkan ia berencana akan melaporkan mantan istri sirinya yang juga sbegai guru di sekolah swasta SD Wiyata Darma itu ke Polda Sumatera Utara, atas dugaan penjarahan dlbarang-barang di rumahnya hingga pencemaran nama baik.

“Demi Allah saya makan, minum, sampai gak bisa karena dibawanya semuanya barang-barang di rumah. Dan demi Allah selama berumah tangga saya gak ada menganiaya dengan fisik terhadap mantan istri saya itu,” pungkas Agus.

Rafi

LEAVE A REPLY