Terkait Ucapan Unsur Wakil Ketua Dewan “Fraksi Gabungan itu Fraksi Bangku Tempel

Padangsidimpuan. SSOL-Terkait terlontarnya ucapan salah seorang unsur Pimpinan Wakil ketua DPRD yang menyebutkan; “ Fraksi Gabungan itu Fraksi bangku temple ”, baik itu disengaja ataupun tidak. Ketua Fraksi Gabungan DPRD Padangsidimpuan Elliati akhirnya angkat bicara terkait fraksi yang ia pimpin itu disebut fraksi bangku tempel.

Ketua Fraksi Gabungan menyatakan, “Tidak ada UU yang menjelaskan bahwa Fraksi Gabungan adalah fraksi “bangku tempel”, katanya di kantor DPRD Padangsidimpuan, Rabu ( 13 /11/ 2019), Sumatera Utara.

Fraksi gabungan atau lebih dikenal dengan Fraksi Persatuan Bintang Kebangkitan, di dalamnya terdapat perwakilan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam Fraksi Gabungan DPRD Kota Padangsidimpuan semua lembaga partai politik yang sah dan resmi tercatat dalam lembaran negara partai politik dan bukan fraksi “bangku tempel,”

“Kami minta segera tarik ucapan saudara yang telah mengata ngatai bahwa fraksi gabungan adalah fraksi “bangku tempel” dan segeralah meminta maaf, atas ocehan anda , mengingat kita semua terpilih dari suara masyarakat kota Padangsidimpuan yang telah memberikan kepercayaan buat mewakili mereka di parlemen ini, kita itu orang yang ber pendidikan maka berpikirlah sebelum berucap,” pintanya agar ketersinggungan ini tidak meluas hingga merugikan banyak pihak.

Sementara Ketua PPP Kota Padangsidimpuan Hasanuddin Sipahutar mengatakan demokrasi adalah terbuka, bukan menghujat satu sama lainnya baik itu di salah satu fraksi. “Fraksi Gabungan itu bukan fraksi bangku tempel. Berdemokrasi lah tanpa menyakiti, berdialektiklah dengan santun dalam memperkaya kosa kata yang baik, jadilah orang yang berpendidikan tinggi serta dapat menjadi panutan yang baik untuk halayak banyak. ” tutur mantan aktivis ini.

Hal ini bermula ketika, Pada waktu rapat pimpinan dengan 7 fraksi…haris senin, 11 Nopember 2019 lalu di ruang kerjanya ketua DPRD Padangsidimpuan.

Martin Gabe.