Terkait rumor, 5 Dokter RSUD Mengundurkan Diri, Nih . . . Penjelasan Kadis Kominfo Kota Padangsidimpuan. 

Padangsidimpuan.SSOL.com-Sehubungan dengan adanya  sejumlah media massa yang membuat berita 5 (Lima) Dokter Spesialis RSUD Sidimpuan Mengundurkan Diri, Kepala Dinas Komunikasi dan  Informatika Kota Padangsidimpuan  menayangkan surat bantahan kepada sejumlah media massa online karena informasi adalah tidak benar.
” Berita pengunduran diri 5 dokter RSUD Padangsidimpuan itu adalah tidak benar sebagaimana surat Plt Dirut RSUD Padangsidimpuan sesuai surat nomor : 445/3006/IV/2020 tanggal 14 April 2020 yang ditujukan kepada Walikota Padangsidimpuan.” Ujar Kadis Kominfo Islahuddin Nasution dalam keterangan persnya di Padangsidimpuan, Kamis 16 April 2020.
Dikatakannya,  pemberitaan yang menyebutkan adanya pengunduran 5 dokter spesialis tersebut dinilai telah membuat kegaduhan ditengah pencegahan dan penanganan Virus Corona Disease 2019 (Covid 19) yang sedang dilakukan pemerintah Kota Padangsidimpuan.
Disebutkannya, RSUD Padangsidimpuan merupakan Rumah Sakit Rujukan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI dan mengampu 7 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padanglawas Utara, Padanglawas, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga dan Padangsidimpuan.
” Adanya Pemberitaan itu juga telah berdampak terhadap kepercayaan masyarakat maupun pemerintah daerah lainnya terhadap kesiapan RSUD Padangsidimpuan dalam penanganan Corona virus disease 2019 (Covid 19).”ujarnya.
Berkenaan dengan itu, Islah mengatakan pihaknya merasa keberatan dan membantah berita 5 Dokter Spesialis RSUD Padangsidimpuan Mengundurkan Diri dan meminta agar media yang menerbitkan berita dimaksud agar menerbitkan surat bantahan yang  mereka sampaikan sesuai mekanisme Undang Undang Pers.
Selain itu, pihaknya bersama tim kuasa hukum Pemko Padangsidimpuan saat ini sedang mengkaji proses hukum lainnya terhadap pemberitaan yang tidak benar tersebut.
Sementara itu, dr Hj Tetti Rumondang Harahap, M.Kes dalam suratnya nomor 445/3006/IV/2020 tanggal 14 April 2020 menjelaskan duduk persoalan yang sesungguhnya sehubungan dengan adanya pemberitaan diberbagai media tentang  pengunduran diri 5 (lima) orang dokter di RSUD Padangsidimpuan.
Tetti menjelaskan bahwa dr Musbar,Sp.OG adalah dokter pensiunan dari RSUD Kota Padangsidimpuan dan dijalin MOU kembali pada September 2018, akan tetapi sejak 1 April 2020 tidak melanjutkan kerjasama dengan alasan pribadi.
dr Romi Sinaga, Sp.OG (Konsultan Onkologi) adalah dokter berstatus kontrak, saat ini sedang tidak bekerja dikarenakan menunggu perpanjangan kontrak untuk tahun 2020 dan akan bekerja kembali setelah MOU selesai.
dr Yessi, Sp.PA merupakan dokter dengan status PNS dan tidak benar mengundurkan diri.
Demikian halnya dr Novi Asroel Sp.KK adalah dokter kontrak dan sekarang ini masih tetap aktif bekerja di RSUD Kota Padangsidimpuan.”tidak benar ada surat pengunduran dirinya.”tulis Tetti dalam suratnya.
Sementara dr Fauzi Fahmi Sp.B status PNS yang telah memasuki masa pensiun terhitung 1 Maret 2020 dan telah melamar kembali untuk menjalin MOU dengan RSUD Kota Padangsidimpuan. Surat permohonan nya dialamatkan ke Walikota Padangsidimpuan dan sudah mendapat persetujuan karena mengingat kebutuhan dokter, MOU nya tetap dilakukan.
Sedangkan terkait gaji seluruh dokter yang bekerja di RSUD, Tetti Rumondang Harahap menjelaskan telah dilakukan penyesuaian dan telah disepakati RSUD dengan komite medik.
” Pembayaran tertunda karena proses administrasi, RSUD sebagai BLUD mengelola secara mandiri keuangannya sesuai ketentuan dan dalam waktu dekat sudah bisa direalisasikan.”jelas Tetti dalam suratnya.
Demikian halnya, insentif dari gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 Kota Padangsidimpuan juga sudah ditampung tapi saat ini masih dalam proses tahapan sesuai ketentuan.
Martin Gabe.