Terkait Masalah Limbah PT Bambindo Agra Pratama, Sekda Langkat: Kalau Menyalah, Izinnya Kita Cabut

Terkait Masalah Limbah PT Bambindo Agra Pratama, Sekda Langkat: Kalau Menyalah, Izinnya Kita Cabut

Stabat, SSOL-Akibat limbah yang diduga berasal dari aktifitas PT Bambindo Agra Pratama, tak sedikit pihak yang dirugikan. Selain uap belerang yang berdampak pada rusaknya atap seng rumah warga, limbah cair yang di buang ke Sungai Bingai juga dapat mengganggu ekosistem yang mengantungkan hidupnya di sungai .

.Ironisnya, menurut warga sekitar, pencemaran tersebut sudah dirasakan masyarakat sekitar Dusun V, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai selama bertahun-tahun. Pihak terkait juga terkesan tutup mata terhadap pencemaran yang diduga berasal dari aktifitas pabrik yang memproduksi sumpit ini

Menyikapi hal tersebut, Sekda Kabupaten Langkat, dr H Indra Salahudin, MKes, MM, memberikan peringatan tegas kepada perusahaan yang melanggar aturan.

“Kita akan evaluasi semua perusahan di Langkat,” kata Sekda saat ditemui awak media di Mapolres Langkat, disela-sela kegiatannya menghadiri acara Forum Group Discussion, Selasa (24/9) sekira jam 12.00 WIB.

Pria yang akrab disapa dr Indra tersebut menambahkan, bahwa seluruh Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Langkat sudah diperintahkan untuk mendata semua perusahaan di wilayah masing-masing. “Perusahaan baik yang punya izin ataupun tak berizin harus di data, kita akan evaluasi semua,” lanjut sekda.

Disinggung soal pencemaran yang diduga berasal dari pabrik sumpit, Sekda mengaku sudah mendapat informasi keluhan masyarakat melauli pihak desa dan kecamatan. Disamping itu, Sekda juga sudah mendapat infotmasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Langkat.

“Saat ini masih kita evaluasi terkait masalah pencemaran itu. Kalau pabrik itu memang terbukti melanggar aturan, maka izinnya akan kita cabut,” pungkas Sekda seraya meninggalkan awak media.
Diberitakan sebelumnya, Sedikitnya, ratusan rumah warga yang terletak radius lebih kurang 300 meter dari PT Bamindo Agra Pratama mengalami kerusakan di bagian atapnya. Penyebabnya tak lain adalah karena uap belerang yang lepas ke udara akibat dari proses produksi sumpit di pabrik tersebut.

Pabrik pengolahan bambu yang terletak di Jalan T Amir Hamzah, tepatnya di Dusun V, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat ini, ternyata sudah puluhan tahun beroperasi dan menjadi penyebab utama rusaknya atap seng rumah warga.
Selain atap seng, di sekitaran pabrik yang dikelola warga asal kota Medan ini juga terlihat beberapa tiang telepon dan benda lain yang terbuat dari bahan logam tampak keropos dan berkarat. Dampaknya, warga terpaksa menggunakan atap rumah berbahan asbes untuk menghindari korosi akibat uap belerang.

Seorang warga di sekitar pabrik berinisial G mengaku, sejak pabrik sumpit berdiri beberpa tahun yang lalu, atap seng rumah warga mulai mengalami pengeroposan. “Sebelum ada pabrik itu, seng rumah disini gak pernah keropos bang,” beber warga kepada awak media, Selasa (17/9) sekira jam 13.30 WIB.

Selain uap belerang yang berdampak pada rusaknya atap rumah warga, ternyata PT Bambindo Agra Pratama, yang terletak di Jalan T Amir Hamzah, tepatnya di Dusun V, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat ini juga diduga kuat membuang limbah cair ke aliran Sungai Bingai.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga Dusun V, Desa Sendang Rejo berinisial G yang pernah bekerja di pabrik tersebut kepada awak media beberapa waktu lalu. “Pabrik itu menggunakan soda api untuk mengolah bambu sebagai bahan baku untuk pembuatan sumpit bang,” beber sumber.

Pria berkaca mata ini menyebutkan, untuk merendam bambu yang sudah dihancurkan, pabrik yang memproduksi sumpit tersebut menggunakan soda api sebagai bahan pokok untuk melunakkan bambu.

“Disitu ada beberapa kolam yang dipake untuk ngerendam bambu. Sisa perendaman itu lah yang dibuang ke sungai,” lanjut sumber. (SSOL)