Terkait Mangkraknya Proyek Lapangan Futsal di Gohor Lama Diduga Sarat Korupsi Ketua DPC KWRI Langkat: Penegak Hukum Harus ‘Turun Gunung’

Stabat, SSOL-Terkait viralnya pemberitaan proyek pembangunan lapangan futsal di Desa Gohor Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, yang hingga kini masih mangkrak, mengundang reaksi dari berbagai lapisan masyarakat.

Menyikapi pemberitaan tersebut, Ketua DPC Komite Wartawan Reformasi Republik Indonesia (KWRI) Langkat, Bambang S, meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengusut segala bentuk dugaan tindak pidana korupsi.

“Penegak hukum harus segera ‘turun gunung’, tangkap siapa saja yang sudah menyelewengkan dana yang dikucurkan pemerintah,” sebut Bambang kepada wartawan, Minggu (2/6) sekira jam 14.30 WIB.

Bambang juga berharap agar APH lebih serius dan tidak pandang bulu untuk menindak tegas para pelaku pencuri uang negara. “Program yang dluncurkan Presiden adalah untuk kesejahteraan rakyat. APH harus menindak tegas bagi siapa saja yang melanggar undang-undang,” tegas bambang.

Ketua DPC KWRI Langkat ini juga meminta pihak kepolisian khususnya Polres Langkat, untuk segera memproses segala informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi. “Kapolres Langkat diminta agar segera memproses oknum yang diduga melakukan penyelewengan dana yang dikucurkan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat,” ketus Bambang.

Menurut informasi di lapangan, selain mangkrak, lapangan futsal di Desa Gohor Lama yang dibangun di atas areal PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) tersebut ternyata tidak memiliki izin dari pihak PT LNK.

Hal ini dibenarkan Mantoko, GM PT LNK saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu di ruang kerjanya. “Gak ada izinnya itu. Kami sudah mengeluarkan himbauan kepada pihak Desa agar membongkar bangunan liar yang berdiri diatas areal PT LNK,” tegas Mantoko.

Diketahui sebelumnya, sejak dibangun 2017 lalu, hingga kini fasilitas yang digadang-gandang pemerintah Desa Gohor Lama sebagai prasarana multifungsi tersebut belum juga rampung.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Disamping proses pembangunannya yang mangkrak, ternyata pembangunan lapangan futsal tersebut menelan jumlah dana yang tak sedikit.

“Kalau gak salah, itu pakai anggaran dana desa tahun 2017, sampai sekarang belum juga rampung. Jadi, sampai sekarang warga desa belum bisa menikmati fasilitas tersebut bang. Dengar-dengar, biayanya pun gak sedikit itu, ratusan juta tu baiyanya bang,” beber salah seorang warga yang namanya tak ingin disebutkan.

Selain belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya, kondisi bangunan itu kini juga kotor, tidak terurus, dan terkesan terbengkalai atau dibiarkan saja setelah melewati beberapa tahap pembangunan.

Kepala Desa (Kades) Gohor Lama, Sudarman saat dikonformasi wartawan beberapa waktu lalu mengaku kalau pembangunan lapangan futsal tersebut berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat. Dijelaskannya, bahwa pembangunan lapangan futsal tersebut adalah Anggran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun 2017 yang diserap dari Dana Desa.

“Kalau saya gak silap, itu APBDesa tahun 2017. Pembangunannya bertahap itu, mulai dari tahun 2017, 2018 dan akan kita rampungkan tahun 2019 ini,”  sebut Darman.

Saat ditanya berapa anggaran pembangunan lapangan futsal tersebut, Darman terkesan mengelak  dan mengaku sudah lupa berapa besaran pagu proyek tersebut. “Dah gak ingat saya berapa angkanya, soalnya kan dah lama itu, lagi pula kan itu pembangunannya bertahap. Habis hari raya ini lah kita lanjutkan sesuai dengan tahapannya“ jelas Darman.

Terpisah, Camat Wampu, Syamsul Adha saat dikonfirmasi mengaku kalau sudah berungkali mengingatkan Kades Gohor Lama, agar pembangunan lapangan futsal tersebut segera diselesaikan, karena akan menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat.

Keterangan Syamsul berbanding terbalik dengan pernyataan yang disampaikan Kades Gohor Lama, Sudarnan.  “Yang jelas proyek itu mangkrak. Saya sarankan agar proyek itu dipecah saja, dan sudah kami kordinasikan dengan pihak PMDK kami khawatir proyek itu akan menimbulkan masalah, karena anggaran proyek tersebut cukup besar itu bang,” Beber Syamsul.

Ahmad