Terkait Cuitan Komentar di Facebook, Camat Sei Balai dan Ketua Koni Membuat Perdamaian Dengan Mahasiswa

BatuBara, SSOL.Com – Terkait Cuitan Komentar terhadap Mahasiwa yang dilakukan Camat Sei Balai di media sosial Facebook pasca kejadian Demontrasi yang dianggap Brutal & Anarkis Di Kantor DPRD BatuBara pada beberapa waktu lalu.

Sabtu,(19/11/2020) Camat Sei Balai melakukan pertemuan Perdamaian kepada Perwakilan (AMARA) Aliansi Mahasiswa Kabupaten Batu Bara yang sempat melaporkan Camat Sei Balai & Ketua KONI Kec.Sei Balai ke pihak Polres Batu Bara di Aula Balai Desa Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara.

Dalam pertemuan itu Camat Sei Balai KRT Hanafi SH, bersama dengan Raden Joko Samudro Ketua KONI Kecamatan Sei Balai yang juga terikut. Kedua nya adalah pihak terlapor yang diduga diketahui melakukan Cuitan Komentar yang mengatakan “Mahasiswa Goblok, Pekerja dan buruh saja tidak ikut. Kok mahasiswa ribut” yang dianggap kurang baik terhadap mahasiswa di Sosial Media Facebook.

Lalu KRT Hanafi & Raden Joko Samudro Mengklarifikasi kepada mahasiswa Batu Bara atas kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan. Dihadiri pihak pelapor yaitu Alma a’di seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dan disaksikan oleh Mahasiswa yang tergabung dalam (AMARA) Aliansi Mahasiswa Batu Bara dan beberapa awak media, serta Beberapa Perangkat Desa Sei Balai.

” Kami memohon maaf kepada seluruh mahasiswa terkhusus mahasiswa Batu Bara atas Cuitan Komentar di facebook yang kami buat beberapa waktu lalu. Ini kekhilafan kami Secara Spontan Emosi Karena kami Langsung Di Lokasi kejadian yang Di Nilai tidak pantas dilakukan mahasiswa saat Berdemonstrasi beberapa waktu lalu” Ujar KRT Hanafi.

” Kami menganggap Mahasiswa Melakukan Anarkisme & Memaki Instansi, Lembaga Pada saat Itu. Namun kami sadar, seharusnya bukan dari sosial media kami mengutarakan emosi kami “. Tambah KRT Hanafi saat menyampaikan di depan perwakilan mahasiswa Batu Bara dan media. Sabtu(19/12/2020) sekitar pukul 17.25 wib.

Dalam pertemuan itu kedua bela pihak perlapor dan Terlapor membuat surat perjanjian di atas materai. Koordinator Aliansi Mahasiswa Batu Bara Alma a’di berharap agar kejadian ini tidak lagi terulang. Karena Mahasiswa berhak menyampaikan aspirasinya, jika mahasiswa salah Alma a’di berharap dikasih masukan, bukan menghujat lewat Media Sosial.

Adapun bentuk perdamaian secara musyawarah dan kekeluargaan bertuliskan 1. Pihak terlapor bersedia meminta maaf dan mengakui kesalahan dihadapan mahasiswa secara langsung, dan sosial media. 2.pihak terlapor siap bertanggung jawab atas proses dan pencabutan pelaporan yang di buat pelapor ke Polres Batu Bara. 3. Apabila pihak terlapor tidak memenuhi persyaratan 1 dan 2 maka pihak terlapor harus siap menerima resiko untuk dilanjutkan proses penyidikan di Polres Batu Bara. 4. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama atau lainya. 5. Jika pihak terlapor tidak memenuhi syarat pada point 1,2,3 dan 4 maka perdamaian dianggap batal dan pihak terlapor siap dituntut secara perdana atau perdata.

” kami juga pernah menjadi mahasiswa. kekhilafan yang kami lakukan ini memang sudah diluar kontrol. Sekali lagi kami memohon maaf kepada kawan kawan mahasiswa terkhusus mahasiswa Batu Bara. Kami berharap masalah ini jangan di perpanjang setelah syarat perdamaian Secara Kekeluargaan sudah kami laksanakan ” Raden Joko Samudro.

Setelah membuat perdamaian secara musyawarah dan kekeluargaan. Pihak terlapor KRT Hanafi SH yang juga camat sei balai dan Joko Samudro langsung membuat pernyataan maaf di hadapan media dan memenuhi persyaratan yang diminta oleh Aliansi Mahasiswa Batu Bara.

Ramadhan Fajrin

LEAVE A REPLY