Terindikasi Money Politik, Masyarakat Minta Kades Klantan Terpilih Dieliminasi

Brandan, SSOL-Warga Dusun I, II dan II Desa Klantan, Kecamatan Brandan Barat merasa kecewa atas dugaan peraktek money politik yang dilakukan salah satu kandidat dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Klantan. Masyarakat tak terima atas kemenangan kandidat berinisial MI, lantaran MI terindikasi ‘bermain uang’ untuk menarik suara pada Pilkades, Kamis (22/8) kemarin.

Sedikitnya, puluhan masyarakat dari tiga dusun di Desa Klantan berkumpul di rumah salah seorang warga yang bernama Darwis, Minggu (25/8) sekira jam 15.45 WIB, untuk membicarakan kekecewaan mereka terkait kecurangan dalam Pilkades yang dilakuan MI.

Dalam kesempatan itu, salah seorang warga mengungkapkan kekesalannya lantaran merasa MI sudah menghianati deklarasi Pilkades damai yang ditandatangani oleh Camat Brandan Barat, Kapolsek Brandan, Dan Ramil 18 Brandan Barat, Panitia, Saksi-saksi dan para kandidat dalam Pilkades beberapa waktu lalu.

“Malam sehari sebelum pencoblosan, ada tertangkap kami penerima dan tim sukses (TS) MI sebagai pemberi uang dengan barang bukti uang Rp. 25.000 di dalam amplop. Dan hal ini juga sudah kami laporkan kepada pihak kepolisian bersama ketua panitia,” beber Darwis.

Darwis menambahkan, oknum Polisi yang menerima laporan mereka mengatakan harus cukup saksi dan bukti untuk membuat laporan tersebut. “Secara lisan, pihak kepolisian dan kecamatan sudah menerima laporan warga terkait masalah money politik itu. Yang disayangkan, kenapa kok gak ada tindak lanjutnya,” ujar Darwis kesal.

“Paginya, pas hari pencoblosan, ke lima kandidat bertemu dengan Camat. Setelah Camat mendengarkan laporan terkait masalah tersebut, Camat menyarankan agar pihak yang keberatan untuk membuat laporan secara tertulis,” sambung Darwis.

Masih menurut Darwis, dari keterngan saksi pembero amplop, sedikitnya ada sekitar hampir 200 orang yang menerima amplop dari TS bernama Amrizal yang juga diketahui bertugas sebagai Linmas Pilkades. “Itu masih dari Dusun 1 aja. Lain lagi dari TS si MI yang berada di dusun lain,” pungkas Darwis.

Syafrizal, kandidat nomor 5 berharap agar Pilkades tersebut harus berjalan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup). “Kalau maunya kita ada dua opsi, yang pertama lakukan pemilihan ulang atau kandidat yang terbukti melakukan money politik harus dieliminasi dan secara otomatis kandidat nomor dua suara terbanyaklah yang naik jadi Kades,” tegas Syafrizal.
Pada kesempatan yang sama, Zulham, warga Dusun III mengatakan, bahwa masyarakatlah yang sangat keberatan atas kecurangan yang dilakukan MI.

“Kami yang mendorong kandidat-kandidat ini untuk menggugat MI. Jangan coba-coba dia money politik disini, karena disini cuma 3 Dusun. Kecurangan yang dibuat dia (MI) pasti kami tau, dalam kelambu pun dibuatnya kami bisa tau. Dua ratus orang pun bisa sekarang kami kumpulkan masyarakat yang keberatan” ungkap Zulham kesal.

Terpisah, H M Ritonga, Ketua Panitia Pilkades Kelantam saat ditemui awak media di kediamannya terkait masalah dugaan money politik yang dilakukan MI, mengaku sudah menerima laporan tersebut dari dua kandidat yang merasa dirugikan.

“Rony dan Syafrizal melapor ke saya secara lisan dan sudah saya sampaikan ke Camat dan pihak Kepolisian. Pak Camat menyarankan agar mereka membuat laporan secara tertulis. Secara pribadi, saya sudah sampaikan bahwa PMD Langkat dan pihak Kecamatan menyatakan akan mendiskualifikasi atau mempidanakan kandidat yang melakukan money politik,” Pungkas H M Ritonga.

Ahmad