TERIMA KASIH PAK JOKOWI ! BERKAT E-WARONG KAMI JADI TERTOLONG.

Tanjungbalai.SSOL.Com-Elektronik Warong Gotong Royong Kelompok Usaha Jasa Bersama (E-Warong KUBE JASA) adalah salah satu Program Kementerian Sosial dibawah Dirjen Penanganan Fakir Miskin.

Sesuai dengan harapannya, E-Warong Kube Jasa diharapkan mampu mengangkat taraf kehidupan ekonomi bagi masyarakat miskin yang notabenenya adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (KPM).

Kota Tanjungbalai sebagai salah satu Kota yang mendapatkan Program E Warong Kube Jasa pada Tahun 2016 sebanyak 15 E-Warong Kube Jasa yang tersebar di seluruh Kecamatan Kota Tanjungbalai.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Sosial,Idris.SKM.SH, E Warong Kube Jasa merupakan Program Kementerian Sosial yang Tujuannya memberdayakan Potensi Masyarakat Khususnya berekonomi lemah yang menjadi penerima bantuan sosial, untuk bisa berusaha mencukupi kehidupannya melalui usaha kelompok dalam bentuk jasa, yang mana kelompok tersebut menjadi salah satu kelompok untuk menjual sembako dan menjadi tempat mentransaksikan penjualan sembako untuk Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“E-Warong KUBE Jasa adalah Kelompok masyarakat tidak mampu sebagai Penerima Bantuan sosial PKH, yang ber- jumlah 10 orang, dimana mereka diberdayakan sebagai pelaku usaha untuk berjualan sembako dan tempat ditansaksikannya Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT”. Jelasnya kepada SSOL (Rabu/22/7/2020).

Menurut Nursyam, E-Warong Kube Jasa telah menolong ekonomi keluarganya, dimana semenjak dirinya menjadi salah satu Pengurus Kelompok E-Warong Kube Jasa, dengan nama kelompok Semangat Mandiri, dirinya mendapatkan penghasilan dari 300 ribu s.d 500 ribu dalam setiap bulannya dari penjualan keuntungan E Warong, sehingga dapat membantu pendapatan kepala rumah tangga yang berpenghasilan tidak menentu, serta mampu menambah biaya kuliah anaknya.
“saya sangat tertolong sekali dengan adanya E-Warong Kube Jasa ini, sejak saya menjadi salah satu pengurus E-Warong ekonomi keluarga dapat sedikit terbantu, dengan penghasilan kurang lebih 300 ribu s.d 500 ribu dalam setiap bulan,sehingga bisa membantu membayar air, listrik serta kebutuhan lainnya,apalagi suami saya penghasilannya mocok-mocok (tak tentu), dan terlebih lagi bisa membantu biaya kuliah anak saya yang lagi kuliah di UIN Medan,”ungkap kepada SSOL.

Demikian pula dengan Inah Sinaga, penerima bantuan PKH yang juga salah seorang Pengurus E-Warong Kube Jasa PKH Keluarga Harapan di Kelurahan Sirantau, yang dengan rasa haru mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi.

Menurutnya dengan adanya Kelompok E-Warong Kube Jasa, pengetahuannya untuk berdagang menjadi bertambah, disamping penghasilan dari E-Warong Kube Jasa juga membuat pengasilan yang selama ini kurang, menjadi terbantu, dimana pekerjaan Inah Sinaga selama ini hanyalah buruh cuci dari rumah kerumah.
“terus terang pak, saya sangat bersyukur setelah menjadi pengurus E Warong, saya selama ini sebagai tukang (buruh) cuci dari pintu-kepintu, bisa berpenghasilan sedikit dari E-Warong sehingga terbantulah jugalah sedikit ekonomi rumah tangga saya, dan di E-Warong jugalah saya dapat ilmu untuk berjualan, saya merasa terharu, dan saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi,berkat E Warong Kami jadi tertolong”, kata Inah kepada SSOL, sambil menitikkan air matanya.

Berdasarkan keterangan Koordinator PKH, Zulham Efendi Panjaitan.S.Sos.I, jumlah Penerima Bantuan Sosial PKH yang telah mendapat manfaat langsung dari Kelompok E-Warong KUBE Jasa berjumlah 150 KPM PKH, dimana mereka mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sebagai seorang usahawan atau pedagang,keuntungan dari dagangan mereka dapat membantu ekonomi rumah tangga mereka seperti membayar air,listrik dan kebutuhan keluarga lainnya,apalagi saat Pandemi Covid-19 terjadi.
“Jumlah pengurus Kube Jasa sebanyak 150 orang yang mereka adalah penerima bantuan sosial PKH dan BPNT,tergabung dalam 15 kelompok,mereka juga dilatih menjadi usahawan yang baik,serta mendapat keuntungan dari hasil usaha yang telah mereka lakukan,dan cukuplah untuk membantu rumah tangga mereka”, apalagi ditengah-tengah kondisi Pandemi Covid-19.jelas Zulham kepada SSOL.

Ditambahkan Zulham lagi, hal ini sesuai dengan harapan Menteri Sosial Republik Indonesia Bapak Juliari Batubara,yang disampaikan melalui Kegiatan Puncak Acara Peningkatan Kualitas SDM PKH di Kota Bandung,Sabtu 04 Juli 2020.

Terkait dengan peran pendamping,dimana Pendamping bukan hanya melakukan Validasi,Penyaluran,Verifikasi kesekolah,Pemutakhiran Data KPM serta P2K2,melainkan Pendamping memberikan pengetahuan dalam Pemberdayaan KPM PKH,sehingga tanggungjawab dalam penanggulangan Kemiskinan sangatlah besar.
“hal ini sesuai dengan penyampaian pidato menteri sosial Republik Indonesia,dimana pendamping tidak hanya melakukan rutinitas sebagai pendamping,seperti validasi,penyaluran,Verifikasi,pemutakhiran,dan P2K2, tapi pendamping harus mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan bagi KPM PKH,seperti yang telah dilakukan Pendamping PKH pada KPM PKH Tanjungbalai melalui Program E-Warong Kube Jasa”.tutup Zulham kepada SSOL.

Ditambahkan Zulham, bahwa masih banyak Keluarga PKH lainnya yang hidupnya sangat memprihatikan kan,sehingga butuh seluruh pemangku kebijakan dan OPD terkait untuk memberikan program pemberdayaan lainnya.
“dalam data kami masih banyak keluarga PKH yang hidupnya memprihatinkan, pendapatannya tak jelas, sehingga kita perlu solusi dari pemangku kebijakan dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk sama – sama membuat program pembardayaan lainnya guna menanggulangi kemiskinan yang ada”. tutup Zulham.

Saipul MRP.