Supir Taxi Madina Utama Korban Penikaman Masih Jalani Perawatan

TAPSEL,SSOL- Amiruddin Harahap (33) supir Taxi Madina Utama korban penikaman yang diduga dilakukan oleh penumpang pada, Minggu (16/12) lalu, saat ini masih menjalani perawatan di rumahnya, di desa Huta Koje Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan.

Ia engalami luka empat kali tusukan di bagian punggungnya.

Sebelumnya korban menjalani rawat inap beberapa hari di Rumah Sakit TNI AD jalan Sudirman No 1 Padangsidimpuan.

Istri Amiruddin, Asni Tanjung mengatakan suaminya merupakan tulang punggung keluarga satu-satunya.

“Sejak kejadian yang menimpa suami saya, beliau tidak bekerja karena luka dipunggungnya masih belum sembuh dan berlanjut berobat ke Bidan ” keluhnya saat dihubungi melalui selulernya, Selasa (8/1).

Asni berharap kepada pihak kepolisian agar menyampaikan keluhannya terkait biaya perawatan kepada keluarga tersangka agar dibantu.

“Selama perawatan dirumah biaya perobatan suami saya ditanggung sendiri. Cuma biaya perobatan di Rumah Sakit TNI-AD pihak Taxi Madina Utama yang membiayai nya,” tuturnya.

Disinggung apakah keluarga yang diduga tersangka pernah menjenguk suaminya, Asni mengaku belum pernah sama sekali. Sementara suaminya sendiri sudah terbaring selama empat minggu.

Terpisah, pihak keluarga tersangka
(Ododogo Giawa) menepis keterangan pihak kepolisian atas meninggalnya almarhum yang ditemukan gantung diri di kebun salak milik warga sekitaran lingkungan 1 Tano Ponggol Kecamatan Angkola Barat.

Pihak keluarga menilai kematian Ododogo Giawa tidak wajar, dan ada kejanggalan,mereka meminta pihak kepolisian melakukan autopsi .

Sediaman Giawa salah seorang pihak keluarga Ododogo Giawa saat ditemui wartawan usai gelar perkara usai pra rekontruksi di tempat kejadian perkara, Selasa (8/1) ketika ditanya apakah sudah pernah mengunjungi /menyambangi oknum supir korban penikaman yang diduga dilakukan tersangka, salah satu yang mengaku keluarga Ododogo Giawa menimpali menjawab bahwa mereka akan membantu perobatan korban.

Ia beralasan sampai sekarang belum mengunjungi korban (Amiruddin) karena sampai sekarang pihaknya belum mengakui bahwa Ododogo Giawa pelakunya bahkan saudara mereka tersebut masih tanda tanya saudara kami itu bunuh diri atau dibunuh.

“Kami dari pihak keluarga sebenarnya bukan tidak mau melakukan hal-hal yang wajar ( bersilaturrahmi kepada supir korban penikaman-red), karena menurut kami benarkah saudara kami ini yang melakukan penikaman atau bukan,” ucapnya.

“Apakah benar saudara kami yang menikam supir atau tidak. Dan belum juga datang keluarga supir menyampaikan informasi kepada kelurga kami,’ ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Tapsel Ajun Komisaris Antonius Alexander, ketika dikonfirmasi kejelasan perkara kematian Ododogo Giawa yang diduga sebagai tersangka penikaman memastikan berdasarkan hasil pemeriksaan dari para saksi, serta ahli paramedis, yang kemudian dilakukan pra rekonstruksi maka Ododogo murni meninggal disebabkan gantung diri.

Namun demikian, sambung Kasat, untuk lebih meyakinkan pihak keluarga korban atau tersangka dalam kasus 351 dimaksud, pihaknya tidak menolak permintaan pihak keluarga Ododogo Giawa yang meminta autopsi terhadap jenazah.

Ahmad Mubin Lubis