Suara Penangkaran Walet Buat Warga Stabat Baru Resah

Stabat, SSOL.COM-Warga yang menetap di sekitar Lingkungan IV, Kelurahan Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, merasa resah akibat suara penangkaran gedung walet yang kerap menggangu kenyamanan dan ketenangan masyarakat.

Hal ini disampaikan salah seorang warga yang mengaku bernama Syahrun Khair kepada awak media saat ditemui di lokasi penangkaran walet, Kamis (12/12) sekira jam 15.00 WIB.

Suara kicau burung walet yang terdengar dari lubang penangkaran terus berbunyi sepanjang hari siang dan malam.

“Parahnya lagi, disaat waktu shalat dan jam istirahat pun suara walet tetap terdengar dan membuat suasana beribadah menjadi tidak nyaman,” kata Syahrun.

Tokoh pemuda Kota Stabat ini juga mengatakan, suara tiruan burung walet yang menggunakan pengeras suara ini hampir mengelilingi sudut kota. Menjelang memasuki waktu shalat maghrib, suara dari penangkaran walet tersebut juga tak kunjung padam.

“Warga yang hendak menunaikan ibadah shalat magrib menjadi tidak tenang, khususnya mereka yang menunaikan shalat di masjid raya Stabat. Menjelang malam, keresahan warga makin terasa karena terusik dengan suara dari penangkaran walet ini,” sambung Ketua PK KNPI Kecamatan Stabat ini.

“Kami sudah menempelkan himbauan di pintu penangkaran walet, agar pemiliknya bisa memperhatikan dan mempertimbangkan kenyamanan dan ketenangan masyarakat sekitar. Kami juga berharap agar pihak terkait untuk segera menertibkan penangkaran walet yang meresahkan masyarakat ini,” pungkas syahrun.

Terpisah, Camat Stabat, Nuriadi saat dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya terkait penangkaran walet yang diduga meresahkan masyarakat tersebut mengaku tidak mengetahui masalah tersebut. Camat Stabat ini berjanji akan segera menindaklanjuti keresahan warganya.

“Terimakasih infonya, saya akan telfon Lurahnya. Nanti saya ajak Lurahnya untuk sama-sama turun dan meninjau ke lapangan. Kita akan kasih himbauan ke pengusahanya, agar memperhatikan kenyamanan dan ketenangan masyarakat,” pungkas Nuriadi.

Ahmad