Sosialisasi UU Perlindungan Perempuan dan Anak 

TAPSEL, SSOL- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kabupaten Tapsel, menggelar Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA), di aula Bappeda, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, Selasa (30/10/2018).

Sekdakab Tapsel Parulian Nasution memaparkan, perkembangan dan perubahan tatanan sosial dewasa ini merupakan efek dari zaman milenial yang serba modern, dimana seluruh aspek telah dirangkum dalam teknologi android, yang mana anak-anak zaman now selalu berkutat didalam rumah dengan menyibukkan diri bermain game online, whats app, Facebook dan kita sebagai orang tua selalu cenderung bersifat over protective, Oleh karena itu, untuk mengembalikan keceriaan dan kebahagiaan anak-anak kita diluar rumah, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan suatu lingkungan yang layak bagi anak, agar anak-anak mampu hidup tumbuh dan berkembang secara maksimal, terlindungi dan terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi, terang sekdakab.

Tambahnya, Anak-anak juga merupakan generasi penerus suatu bangsa yang nantinya dapat menentukan maju mundurnya suatu bangsa dimasa depan, karena untuk mewujudkannya butuh proses panjang bahkan wajib kita lakukan perlindungan dan pendidikan sejak dalam kandungan sampai dewasa sebagai pengganti kita kelak,” ungkap Sekda.

Menyahuti hal tersebut pemerintah akan berupaya membangun suatu sistim yang mampu melindungi dan memenuhi hak-hak perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dan telah diubah sekali lagi dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016.

Dengan adanya kegiatan rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak, kita sebagai pemangku kepentingan harus memiliki tanggung jawab untuk menjadikan anak-anak Kabupaten Tapsel menuju kabupaten layak anak, agar anak-anak di Kabupaten Tapsel menjadi anak yang sehat, cerdas dan sejahtera, selaras dengan tema yang kita usung “Membangun Komitmen Bersama, Wujudkan Kabupaten Tapanuli Selatan Sebagai Kabupaten Layak Anak”, himbau Drs. Parulian Nasution sekdakab Tapsel.

Kepala Dinas P2PA Kabupaten Tapsel Tiorisma Damayanti mengatakan, pelaksanaan rapat koordinasi ini, berdasarkan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU No. 35 Tahun 2014 dan telah diubah sekali lagi dengan UU No. 17 Tahun 2016.maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan rapat koordinasi gugus tugas kabupaten layak anak ini adalah untuk memberikan perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak agar anak-anak Kabupaten Tapsel dapat hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal dilingkungan yang layak serta terhindar dari kekerasan. kegiatan ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari mulai tanggal 30 Oktober 2018 bertempat di aula Bappeda.

Peserta rapat koordinasi diikuti oleh unsur Kepala OPD, Camat se-Kab. Tapsel, Pimpinan PT. Bank Sumut Sipirok, Direktur PT. ANJ Siais, Direktur PT. AR Batangtoru, Direktur PT. NSHE dan Ketua P2TP2A Kab. Tapsel dengan narasumber ibu Marhamah sebagai Kabid PHA pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu.

Martin Gabe