Songsong Tahun 2019, Stop Sebar Hoaks dan Fitnah Segera Tutup Akun Palsu

SIBOLGA, SSOL – Tahun 2018 akan segera berakhir dan tinggal menghitung hari lalu berganti ke tahun 2019. Saatnya memasuki momen-momen refleksi dan evaluasi baik secara pribadi maupun dalam berkehidupan sosial sepanjang tahun 2018.

Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapanuli Tengah dalam siaran pers resmi, Senin (24/12) menyebut, tahun 2018 menjadi pelajaran penting terutama dalam mengikuti perkembangan teknologi. Penggunaan media sosial yang kerap menjadi pemicu persoalan menjadi santapan yang tak habis-habis.

“Tidak saja di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, tapi kita bisa lihat di berbagai tempat di Indonesia, kabar-kabar berujung perdebatan panas yang berawal dari postingan di media sosial, menjadi sumber perpecahan, sumber pengaduan dan berakhir di meja pengadilan,” kata Ketua IWO Sibolga-Tapanuli Tengah, Damai Mendrofa.

Damai menuturkan, pemanfaatan media sosial memang terus mengalami peningkatan dan eskalasi. Media sosial menjadi wahana paling banyak digunakan masyarakat menyebarkan informasi sekaligus menerima informasi.

Sayangnya, penggunaan media sosial tak jarang berujung salah kaprah. Yakni ketika para pemilik akun media sosial terkadang terbawa emosi dan tak bisa menahan diri sebelum menyebarkan atau berkomentar atas sebuah informasi.

“Ini yang kita sayangkan, memposting terlalu cepat, berkomentar tanpa di filter, akhirnya berjung hoaks dan fitnah, terus dilaporkan dan berhadapan dengan hukum, padahal jika saja lebih bijak dan berfikir matang sebelum memposting atau berkomentar, hal itu bisa dihindari,” kata Damai.

Sekretaris IWO Sibolga-Tapteng, Rommi P Pasaribu menambahkan, salah satu pemicu menyebarnya hoaks dan fitnah juga disebabkan maraknya akun-akun palsu yang sulit di deteksi siapa pemiliknya.

Menurut dia, para pengelola akun palsu tentu tidak memiliki beban dan ketakutan apapun jika menyebarkan kabar dan informasi yang hoaks atau fitnah.

“Namanya saja sudah palsu, apalagi postingan dan informasinya, tentu tidak bisa kita percaya dengan cepat, butuh cek dan ricek disertai kroscek,” katanya.

Rommi agaknya memberi tips untuk mengetahui apakah sebuah akun dikelola secara baik atau palsu. Yakni dengan mengkroscek informasi yang disebutkan di profil pemilik akun.

“Ini yang kita imbau agar warganet juga kian jeli, jika melihat ada informasi dari sebuah akun, supaya memeriksa terlebih dahulu, itu facebook nya orang benar atau palsu, karena bukan saja masyarakat awam, kadang kami awak media juga berpotensi terjebak dalam informasi yang masih sumir dan bahkan hoaks,” ujarnya.

Menurut Rommi, pihaknya dari IWO Sibolga Tapteng menganjurkan agar siapapun pengelola akun palsu di media sosial agar berhenti dan menutup akun tersebut di tahun 2019 mendatang. Dia menegaskan, akun palsu dengan berbagai informasinya yang bisa dipastikan diragukan kebenarannya akan berdampak buruk secara meluas.

“Dampaknya banyak, apakah itu merusak karakter dan mental, apakah itu merusak kebenaran informasi, atau bisa juga menjadi faktor terganggunya pembangunan masyarakat, karena itu, kami imbau tutuplah akun palsumu,” tutup Rommi.

Iwan Pakpahan