Sihar Sebut Perempuan Sumut Tangguh

MEDAN РPerempuan di Sumut adalah perempuan yang tangguh. Di daerah tanah Batak, perempuan turun ke sawah, ada yang memilih jadi supir angkot, belum lagi mereka para buruh bangunan, pedagang dan perempuan lain yang bekerja di luar rumah mencari uang demi keluarga.

Ini lah yang dikatakan Sihar Sitorus, saat menghadiri acara Bona Taon Persekutuan Perempuan Distrik (PPD) X Medan Aceh di Jalan Karya Wisata, Komp Citra Wisata Medan Johor, Minggu (16/2) siang, dihadapan para pengurus PPD X yang menyambut bahagia kedatangan Sihar beserta istri.

Untuk itu, Sihar Sitorus juga menambahkan, bahwa dalam kesempatan ini, khususnya ketua umum PPD X Medan Aceh, Lisbet Malau serta pengurus lainnya mau ikut bersama memperjuangkan nasib perempuan Sumut. Dengan menguat khusus perempuan yang bernilai positif dan dapat berguna untuk perempuan lainnya.

“Di Jakarta, kejuaraan perempuan yang banyak diolah dari segi kesenian. Misalnya handycraft, dan di Medan ini juga ada. Perempuan juga pembentuk mental dan sikap dari anak-anak kita, yang nantinya menjadi condong untuk hidup generasi baru. Kami tidak akan lupa dengan janji kami jika menang, untuk kesejahteraan masyarakatnya, khususnya perempuan,” jelas Sihar.

Seperti yang dikatakan istri saya, lanjut Sihar, ternyata dalam pembangunan perubahan, peran perempuan sangat dibutuhkan. Keterlibatan guru dan ibu adalah peran penting dalam tumbuh kembang anak. Terlibat guru secara formal dan informal, setelah guru baru lah orang tua ikut membesarkan dan membimbing anaknya menjadi hebat dalam segala hal.

“Kalau anak sekarang pigi sekolah pagi, pulang sudah sore hari. Oleh karena itu peran guru dan ibu sangat lah penting. Setelah anak mendapat kan pendidikan, maka si ibu lah yang mendukung perkembangan bakat anak selanjutnya. Kami sudah merancang kartu Sumut Pintar, yang gunanya agar mereka yang hidup di desa dapat mengenyam pendidikan juga,” paparnya lagi.

Seperti yang dilakukan Presiden Jokowi dan pengalaman pak Djarot, untuk mereka yang tidak di pedesaan terpencil. Sejauh pendidikan, sekarang ini hal yang paling ditakutkan orangtua pada anaknya adalah narkoba. Ternyata Sumut pintu gerbang nomor satu atau dua untuk masuknya narkoba, ini lah yang membuat anak kita menjadi pecandu narkoba, karena gampangnya mendapatkan narkoba.

“Ini sangat berbahaya bagi masyarakat Sumut. Sumut bisa dibilang pusatnya Sumatra, kita di dalam daerah regional sangat sentral, kita harus pintar. Karena disekeliling kita banyak negara liberal. Sumut peringkat tertinggi angka pengangguran, 10,3%. Dan nantinya kita akan perkecil jika berhasil menjabat, tentunya dendam kerjasama seluruh kabupaten kota. Nantinya, kita akan bagikan beasiswa untuk mereka yang pintar, agar bisa melanjutkan sampai ke perguruan tinggi,” tegasnya.

Sihar juga mengajak masyarat agar jangan pernah Golput, apalagi pada pemilih pemula yang pengetahuannya sudah lebih canggih dengan fasilitas yang ada sekarang ini. “Ujung tombaknya sekarang ini para srikandi lah, mereka ibu rumah tangga yang tangguh untuk memberitahukan soal cara memilih yang tepat dan siapa yang akan dipilihnya,” katanya sambil tersenyum.

Ketua PPD X Medan Aceh dalam dukungannya mengatakan bahwa mereka akan mendukung Djoss untuk maju ke Pilgubsu 2018. “Harapan kami jika Djarot-Sihar terpilih menjadi Gubernur Sumatra Utara, nasib perempuan lebih sejahtera. Kami para pengurus PPD X agar bergerak memenangkan Djoss. Sudah saatnya Sumut berubah dengan pimpinan yang mempunyai kualitas, semoga apa yang akan rencanakan dan didoakan agar tercapai,” ujar Lisbet Malau, yang juga diamini suaminya Washington Pane, Sekretaris PPD X Liga Rita Sipayung, Bendahara Riana Sinaga dan Pendeta Manurung dan Pendeta Manullang.

Luberia br Siahaan, istri Sihar Sitorus yang ikut mendampingi suaminya sedikit memberikan wejangan.”Dalam perjalanan kami butuh dukungan perempuan untuk memajukan Djoss ke Pilgubsu 2018. Sebagai perempuan, saya, dengan rendah hati meminta perlindungan untuk perempuan di Sumut, pada Djoss. Agar memperhatikan kehidupan perempuan yang notabenenya adalah seorang ibu,” pintanya pada dan suami. (Avi)

Editor : Yeni Sitorus