Romo minta Sukmawati Ditangkap, Tidak Ada Alasan Untuk Dimaafkan

Medan, SSOL- Ribuan massa aksi bela Islam 212 Jilid II mulai berkumpul di Mapolda Sumatera Utara (Sumut), massa tersebut datang ke Mapolda Sumut sambil mengumandangkan Takbir, Jumat (6/4/2018).

Massa aksi yang datang dari berbagai daerah ini menuntut agar Sukmawati Soekarnoputri agar segera ditangkap, atas puisinya yang dianggap telah menistakan agama Islam.

“Tangkap Sukmawati. Tangkap Sukmawati. Ini  sudah jelas-jelas menghina agama Islam,” teriak dari para pengunjung rasa.

Aksi massa diawali berkumpul di Mesjid Agung Medan di Jalan Diponegoro.

Romo Muhammad Syafiie yang juga anggota DPR Ri ikut hadir dalam aksi Bela Islam Jilid 2,  dalam orasinya mengatakan, jika Sukmawati telah menghina surat Al Maidah 58. Karena melalui puisinya, anak mantan Presiden RI pertama itu dinilai telah mengolok-olok adzan.”Kita minta Sukmawati ditangkap, di Jakarta tokohtokoh Islam sudah melaporkan Sukmawati ke Mabes Polri, jadi tidak ada alasan prosesnya tidak dilanjutkan,” ujarnya

Selanjutnya Romo menegaskan, tidak ada  alasan untuk memaafkan Sukmawati. Karenanya, Romo menyampaikan, kedatangan massa aksi ke Poldasu juga untuk membuat laporan resmi ke Polisi.”Kita datang kesini juga untuk melapor ke kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan, bahwasanya membuat laporan ke polisi merupakan hak setiap orang. Untuk itu, Kapolda mengucapkan terimakasih, seraya mengatakan jika laporan tersebut telah pihaknya terima.

Hasil laporan tersebut, kata Irjen Paulus, akan diteruskan ke Mabes Polri. Irjen Paulus juga menuturkan, selain Sumut, Mabes Polri juga akan mengakomodir laporan serupa dari daerah lainnya.”Proses laporan sudah dibuat dan dilaksankan,” jelasnya.

Dalam aksi ini, Polrestabes Medan menurunkan ribuan personel dari satuan Sabhara, Ops, Reskrim dan jajaran Polsek sekitarnya di Masjid Agung Medan. Pengawalan itu, untuk memberikan rasa aman kepada aksi bela Islam yang menuntut kepolisian untuk segera menangkap Sukmawati Soekarnoputri terkait dugaan penistaan agama yang dilakukannya lewat isi puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’.

“Aksi yang dilakukan oleh ormas Islam juga bagian dari demokrasi di Indonesia menyampaikan pendapat di muka umum yang harus mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian,” ungkap Kapolrestabes Medan Kombes Pol  Dadang Hartanto.

Peserta aksi atas nama Rafdinal SSos.MAP membuat laporan melalui laporan bernomor TBL/438/IV/SPKT”III”   secara resmi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Mapolda Sumatera Utara (Sumut), Jumat (06/04/2018).(***)

Bahrum Nasution