Ranto Panjang Sipahutar Kepala Desa Tandihat Layangkan Surat Bantahan, Ke Media Online yang di nilai merugikan dirinya. 

Tapanuli Selatan. SSOL.com-Kepala Desa Tandihat Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan Ranto Panjang Sipahutar melayangkan surat bantahan terhadap salah satu media online, pernyataan yang iya nilai merugikan dirinya dengan judul berita “Kepala desa Tandihat tuding Rahmat Nasution dan Yusuf Siregar pemain pecundang”, yang terbit beberapa hari lalu.
Ranto Panjang Sipahutar kepada wartawan, pada Kamis 14 Mei 2020 lalu, mengatakan sangat keberatan atas isi berita tersebut karena ia menganggap penuh kekeliruan dan bohong, sehingga di nilai sangat merugikan nama baik dirinya secara pribadi dan selaku Kepala Desa Tandihat kec. Angkola Selatan.
” Surat bantahan pemberitaan itu sudah saya layangkan kepada pihak redaksi media online itu pada Selasa (12/5) yang lalu sebagai bukti bahwa isi pemberitaan yang menuliskan nama saya untuk menyudutkan H. Rahmat Nasution dan Yusuf Siregar adalah tidak benar.”ujarnya.
Surat bantahan yang di tanda tangani Kepala Desa Tandihat yang dibubuhi dengan materai Rp.6000 itu ditembuskan kepada Dewan Pers, Bupati Tapanuli Selatan, Ketua DPRD Tapanuli Selatan, Kapolres Tapanuli Selatan, Ketua Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, Ombusman RI Perwakilan Sumut, H. Rahmat Nasution dan Mhd Yusuf Siregar.
Atas berita itu, ia juga merasa telah menjadi objek korban yang merusak citra baik dan jabatannya karena ia tidak pernah melakukan wawancara langsung dengan wartawan media online tersebut, terkait isi dan judul berita itu.
” Adapun isi berita itu, saya tegaskan tidak pernah saya nyatakan kepada wartawan media online itu dan saya tidak bertanggung jawab atas berita tersebut dimana isinya mengandung fitnah, bohong atau tidak mengandung kebenaran, ” tegasnya.
Ketika ditanyakan apakah akan ada upaya hukum atas kasus pemberitaan itu, Ranto Panjang Sipahutar mengatakan masih mempertimbangkannya. ” Namun kita lihat bagaimana baiknya saja lah . . . Kedepannya.”
Martin Gabe.