PT SBL Bantah Gelapkan Uang Jemaah

MEDAN –  Dalam keterangan pers nya, Lawyer PT SBL, Farhad Abas meminta kepada pihak Polda Jawa Barat agar mencabut Police Line di gedung kantor pusat PT SBL. Karena ada sekitar 90 orang pegawai PT SBL tidak dapat melaksanakan aktifitas mereka dalam melayani para jemaah.

“Syukur Alhamdullillah, saat ini pihak Polda Jabar telah memenuhi permintaan PT SBL dalam penyerahan pasport jamaah. PT SBL sendiri, melalui H Aom diminta untuk bertanggungjawab memberangkatkan para jemaah sebanyak 12 ribu lebih pada bulan Maret 2018,” ujarnya.

Menanggapi maraknya pemberitaan cetak dan elektronik, menuding PT SBL (Solusi Balad Lumampah) yang telah menggelapkan uang jamaah, hingga menyebabkan penundaan keberangkatan Umroh sesuai jadwal keberangkatan di tahun 2018.  Pihak management SBL sendiri, yang diwakili Riffandi membantah kabar tersebut.

Menurut Riffandi, selama ini tidak pernah terjadi masalah di PT SBL. Karena SBL rata-rata memberangkatkan 4 ribu jamaah perbulan sejak tahun 2015. Selanjutnya, Riffandi menyampaikan bahwa reschedule yang dilakukan PT SBL (Solusi Balad Lumampah) sejak dari bulan Desember 2017 hingga Januari 2018 masih ada tertunda (sisa) jamaah yang belum diberangkatkan untuk kuota 2017.

Menyikapi adanya tudingan bahwa PT SBL menggelapkan uang sekitar Rp 300 M dan tidak memberangkatkan jamaah sebanyak 12 ribuaan lebih, itu adalah tidak benar. Karena jamaah 12 ribuan tersebut jadwalnya diberangkatkan di tahun 2018, yang dimulai bulan Maret, April, Mei, November dan Desember 2018. “InsyaAllah, pihak management tetap akan memberangkatkan jamaah sesuai dengan jadwal,” terangnya. (Avi)

Editor : Yeni Sitorus