Proyek Pembangunan Astaka MTQN ke XXVII Berbiaya Rp 23 M Lebih

MEDAN, SSOL– Proyek pembangunan sarana dan prasarana Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke XXVII, tahun 2018 sudah diambang pintu. Sehingga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selaku tuan rumah, terus berbenah diri.

Pembenahaan itu adalah mempersiapkan fasilitas tempat kegiatan yang akan dihelat, dalam menjamu tamu-tamu kehormatan sebagai kafilah dalam perlombaan tersebut. Tak tanggung-tanggung, Pemprovsu sudah membangun sarana dengan anggaran yang cukup fantastis senilai Rp 23 Milyar lebih.

Proyek yang dimulai sejak Maret itu, harus finishing dalam akhir September 2018 ini, kata pelaksana proyek yang merupakan PPK Nazaruddin Nasution dari Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara ketika menerima kunjungan sejumlah wartawan unit  kantor Gubsu, Rabu (12/09/2018).

Nazaruddin yang didampingi sejumlah stafnya  dan juga turut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Baharudin Siagian, M.Si. Rombongan wartawan yang dipimpin kepala Biro Humas Setdaprovsu Drs. Ilyas Sitorus Mpd, beserta jajarannya telah memberikan peluang dan diskusi dilapangan untuk mempertanyakan tentang kesiapan proyek tersebut dalam menghadapi event yang cukup bergengsi ini.

Dari berbagai sudut dan sisi proyek yang dinamakan “Astaka” dapat dibilang sudah memenuhi standard untuk kegiatan namun dari segi penggunaan anggaran masih perlu disiasati. Betapa tidak dalam pelaksanaan proyek yang sudah berjalan 6 bulan itu, diragukan kualitasnya.

Hal ini terungkap sebagaimana jawaban dari PPK proyek Nazaruddin Nasution ketika ditanya soal lapisan dinding atas yang bukan tiang batu atau sambugan dinding atas tersebut tidak semua dari beton.

Nazaruddin menyebutkan jika semua dibuat dari beton seperti dinding lainnya, maka waktu tidak cukup untuk penyelesaian proyek tersebut,  yang akan digunakan awal Oktober 2018 ini, teragnya. Namun tetap mengutamakan kualitas proyek untuk bisa digunakan secara permanen dalam setiap event-event keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya, sambung Nazaruddin yang memiliki nama panggilan Ucok tersebut.

Lahan yang diperkirakan mencapai 3,2 Ha itu sudah dapat difungsikan dan begitu juga areal parkir dalam kegiatan sudah memadai. Sebelumnya areal itu dipenuhi rawa-rawa dan semak-semak, sehingga memerlukan waktu untuk dilakukan pemadatan dan perawatan tanah agar bisa bangunan diatasnya untuk tidak mudah kena getaran.

Proyek tersebut, saat ini tinggal dalam serah terimakan kepada instansi terkait, serta akan digunakan oleh panitia MTQN ke XXVII. Astaka, ini nantinya dapat digunakan untuk kegiatan lain bukan saja pada MTQN ke XXVII ini, kata Nazaruddin menjelaskan. Sehingga Astaka tersebut dapat dimanfaatkan secara permanen, jelasnya lagi. 

Rafli Tanjung