Proyek Bank Sampah di Kelurahan Sijambi Diduga Gagal Konstruksi

Tanjungbalai – SSOL-, Pelaksanaan Proyek Bank Sampah dikelurahan Sijambi Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai diduga gagal konstruksi.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Pemantau Penggunaan Uang Negara (LPPKN) Kota Tanjungbalai kepada SSOL, hal ini berdasarkan hasil investigasi lapangan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu (Selasa,01/10/19)

Hal dugaan menguat adalah karena tidak adanya pengawasan dari konsultan maupun Dinas, sehingga pihak perusahaan yang melaksanakan kegiatan, diduga leluasa berbuat curang dengan mengurangi Kualitas Bangunan sehingga tidak sesuai dengan perencanaan yang ada.

Maka hal ini dapat dikenakan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi pasal 7 huruf a dan b dimana pada huruf a disebutkan pemborong ahli bangunan pada waktu membangun atau penjual bahan bangunan pada waktu menyerahkan bangunan bangunan melakukan perbuatan curang yang dapat membahayakan keamanan orang atau barang atau keselamatan negara dalam keadaan perang, kemudian disebutkan pula pada huruf b setiap orang yang bertugas mengawasi pembangunan atau menyerahkan bahan bangunan sengaja membiarkan perbuatan curang sebagai mana dimaksud dengan huruf a dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun atau paling lama 7 tahun dan atau pidana denda paling sedikit 100 juta atau paling 350 juta.

Kemudian dalam pantauan LPPKN dilapangan pelaksana pembangunan adalah CV.Rafli Dila Utama dengan anggaran Rp.195.899.000 dengan Program Pengembangan Kinerja pengelolaan persampahan kegiatan penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan sub kegiatan bank sampah (DAK) Kota Tanjungbalai sumber dana APBD Kota Tanjungbalai Tahun 2019 mulai 18 s.d 14 Nopember 2019 Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungbalai.

Hasil konfirmasi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungbalai Bapak Drs.FitraHadi.M.I.Kom melalui aplikasi whatsap dalam menjawab SSOL terkait dugaan tidak adanya perencanaan dan pengawasan pada proyek tersebut, fitriadi menjada ada.

Sementara Hermansyah Caniago berpendapat bahwa proyek tersebut diduga gagal konstruksi akibat dari diduga tidak adanya pengawasan dan perencanaan yang dilakukan sebab kami terus melakukan monitoring dilapangan.

“kami menduga pengawasan dan perencanaan proyek bank sampah itu tidak ada, sebab kami terus melakukan monitoring, sehingga proyek tersebut diindikasikan gagal konstruksi” pungkas herman kepada SSOL.

Faisal SS