Prabowo : Kami akan turunkan harga listrik, daging dan susu

MEDAN, SSOL- Kehadiran Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Medan disambut ribuan pendukungnya, teriakan para pendukungnya, “Prabowo Presiden”, Allah Akbar,  menggema saat Prabowo memasuki Gedung Regale, Jalan Adam Malik Medan, Minggu (23/2).

Dalam orasi politiknya, Prabowo Subianto menyampaikan, saat ini  rakyat tidak bisa dibodohi lagi, rakyat sebagai pemilik sah RI dan sangat menginginkan perubahan,  perbaikan agar negaranya makmur, adil, dan aman.

Di sisi lain, Prabowo mengatakan melalui perbaikan ekonomi, tak akan membuat profesi penarik  becak melahirkan anak penarik becak kembali.

“Pastinya nanti dibilang Prabowo pesimis, saya hanya menyampaikan apa yang saya pantau dan saya lihat. Rakyat sekarang tidak bisa dibodohi lagi,” ujar Prabowo.

Dia kemudian mengkritik gaji-gaji para pegawai negeri di Indonesia yang masih sangat kecil. Hal ini  menjadi penyebab Indonesia gagal menjadi bangsa yang maju karena justru korupsi yang merajalela. Prabowo juga menyinggung soal mahalnya harga listrik, susu, daging di Indonesia.

foto : Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto disambut antusias para pendukungnya di Medan.

Dengan realita seperti itu,  Prabowo menegaskan bersama koalisi Indonesia adil makmur pada saat Pilpres nanti, Prabowo Sandi  akan menyelamatkan Indonesia dan Prabowo berjanji membawa kekayaan Indonesia kembali ke tangan rakyat.

Mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad saat  ini telah mengumpulkan pakar-pakar yang handal di bidang ekonomi dan perdagangan guna menurunkan harga-harga yang sekarang ini sangat tinggi bagi masyarakat Indonesia.

Bila harga terjangkau, dia yakin Indonesia bisa menghasilkan anak bangsa yang cerdas, kuat dan bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

“Kami akan turunkan harga listrik, harga daging, harga susu, dan kita akan berikan anak-anak kita susu setiap hari, anak-anak kita harus mendapatkan protein yang baik supaya otaknya berkembang dengan baik, sel tulang dan sel ototnya berkembang dengan baik,” tegasnya.[]

Editor : Bahrum Nasution