Pentingnya Menjaga Etika di Internet: Jarimu Harimaumu

Jakarta, SSOL – Interaksi dan komunikasi yang dilakukan di dunia maya sesungguhnya sama dengan apa yang dilakukan di dunia nyata. Maka etika dalam interaksinya juga tidak berbeda. Oleh karena menjaga etika sangat penting terutama di media sosial. Dengan menjaga etika berinternet artinya merawat Bhineka Tunggal Ika.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR, Sukamta dalam webinar ngobrol bareng legislator dengan tema ‘Etika Dunia Internet: Jarimu Harimaumu, yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemeninfo), Rabu, 20 Juli 2022.

Lebih lanjut Sukamta menjelaskan resiko yang muncul apabila tidak sopan di dunia maya, bahkan lebih besar.

Bahkan dalam survey yang dilakukan oleh Microsoft netizen ndonesia dianggap negara yang tidak sopan dalam berinternet.

“Indonesia menjadi negara dengan indeks kesopanan digital (Digital Civility Indeks/DCI) paling buruk se Asia Pasifik pada 2020. Dengan skor 76 poin, atau naik 8 poin dari tahun sebelumnya,” papar Sukamta.

Masih disampaikan Anggota F-PKS ini menambahkan, maka etika di dunia maya sangat penting. Dengan prinsip dasar ‘Berperilakulah dengan baik terhadap orang di dunia maya, sebagaimana kita ingin orang berlaku hal yang sama terhadap kita’.

Sukamta juga menyampaikan bagaimana beretika di dunia maya diantaranya adalah menjaga privasi orang lain, hindari perdebatan serta menghindari waktu dan bandwidth orang lain.

Sementara itu Ketua KAMMI, Zaki A Rivai, menyampaikan selain pentingnya beretika di dunia maya, perlu juga menguasai media sosial sehingga menguasai diri dan dunia.

“Menguasai media sosial juga harus bijak, artinya memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang baik bukan sebaliknya,” ucap pemeran Usman dalam film 5 Penjuru Masjid ini.

Zaki menegaskan diperlukan tujuan dari bermedia sosial sehingga mampu memberikan manfaat atau kontribusi baik untuk diri sendiri maupun orang lain. []

LEAVE A REPLY