Pengelolaan Dana BOS tingkat SLTA dI Sibolga-Tapteng Dinilai Belum Transparan

Sibolga, SSOL. COM-Berdasarkan Surat Edaran bersama Mendagri Dan Mendikbud no:907/6479/SJ nomor 7, Tahun 2021, tentang Pengintegrasian system pengelolaan Dana Bos yang Fleksibel, kepala sekolah diberikan kesempatan Dan kemerdekaan untuk bisa membelanjakan Dana Bos sesuai dengan kebutuhan yang rill sesuai dengan sistem RKAS.

Meski pengelolaannya telah dibuat Fleksibel, namun sejumlah pihak sekolah lanjutan atas di Kota Sibolga dan kabupaten Tapanuli tengah dinilai belum mampu Transparan atas pengelolaan Dana Bos setiap tahunnya.

Hal ini dibuktikan dengan minimnya informasi terkait pengelolaan Dana BOS dibeberapa sekolah, seperti informasi Dana Bos yang harusnya dibuat di Mading,(Majalah Dinding) atu papan pengumuman sekolah.

Informasi ini disampaikan oleh salah seorang pemerhati pembangunan di kota sibolga dan Kabupaten Tapanuli tengah, Ranto Manalu. anggota FBI,(Forum Bhayangkara Indonesia), wilayah Sibolga-Tapteng, pekan lalu.

Kepada awak media ini, Ranto Manalu mengatakan”, Dari amatan kami pengelolaan Dana Bos tingkat SLTA di kota Sibolga-Tapteng minim transparansi”, sebutnya.

“, Berdasarkan Surat Edaran Bersama Mendagri dan Mendikbud, Bahwa pengelolaan Dana Bos telah dibuat fleksibel, artinya pihak sekolah dapat membelanjakan Dana Bos sesuai kebutuhan sekolah, dan bukan lagi dikotak-kotakkan berdasarkan persentase”, lanjut Ranto Manalu.

Adapun tujuan dari Surat Edaran tersebut, masih Ranto Manalu, adalah untuk mewujudkan pengelolaan Bos yang efektif, Efesien, Akuntabel dan Transparan”, Tegasnya.

Kendati demikian, Ranto manalu sangat menyayangkan sikap dari pihak sekolah Lanjutan atas yang enggan mengumumkan informasi Dana Bos yang dikelola pihak sekolah.

“,Dari amatan kami, hampir 90 persen SLTA di kota Sibolga dan Tapteng yang enggan mengumumkan Dana Bos yang dikelolanya, sebab dari sekian banyak SLTA yang kami kunjungi hampir seluruhnya tidak membuat informasi Dana Bos di papan Pengumuman sekolah”, beber Ranto Manalu.

“, Tujuannya pihak sekolah diinstruksikan untuk mengumumkan Pengelolaan Dana Bosnya, selain dari bentuk transparansi juga agar para orang tua siswa dan masyarakat dapat mengetahui, nah, jika pihak sekolah engggan mengumumkan pengelolaan Dana Bosnya berati ada sesuatu yang patut dipertanyakan”, tandas Ranto Manalu.

Sementara itu, Plt kepala SMA N I Matauli Pandan,DEDEN K, saat dikonfirmasi awak media ini, mengaku bahwa pihaknya selalu memajangkan informasi Dana Bosnya.

Kepada Awak media ini Deden memgatakan, Untuk RKAS BOS tahun 2022 masih dalam tahap penyusunan yang dipajang di papan pengumuman adalah tahun 2021″, jelasnya saat dikonfirmasi via WA pada sabtu,(05/02).

Di waktu terpisah, Kepala SMA N I Sitahuis, Jannes Pardede saat dikonfirmasi terkait transparansi Dana Bos sekolahnya mengaku pernah membuat informasi Dana Bosnya, namun dirusak.

“, Pernah kita buat pengumuman itu, namun dirusak, dan untuk saat ini masih tahap penyusunan, nanti kalau sudah selesai akan kita pajangkan”, jawab Jannes Pardede.

Di kota Sibolga, sampai pada senin,(07/02) para kepala sekolah tingkat SLTA tidak satu pun yang dapat dikonfirmasi terkait transparansi Dana Bos yang dikelolanya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Sumatera Utara yang dicoba dikonfirmasi melalui Cabang Dinas Sibolga, belum dapat memberikan informasi resmi terkait upaya transparansi Pengelolaan Dana Bos Tingkat SLTA.

(ferry sitohang)

LEAVE A REPLY