Pemuda Harus Bangkit dan Bersatu Dalam Mensukseskan Program Pembangunan

TAPSEL, SSOL- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 di Lapangan Ponpes Al-Abraar Desa Sihuik-huik, Kecamatan Angkola Selatan, Senin (29/10/2018).

Bertindak sebagai Inspektur upacara (Irup) Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M. Pasaribu, dihadiri oleh Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Akbar Nodrizal Yusanto, SIP, Kaden C Brimob AKBP. Bravo Asena, Danyonif 123/RW Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing, SIP, Ketua Pengadilan Negeri Psp Julius Panjaitan, Wabup Tapsel Aswin Efendi Siregar, Dansubdenpom 1/2-3 Psp K.S.P Habeahan, perwakilan Polres Tapsel, perwakilan Kajari, Tokoh Masyarakat Sumut Syamsul Qomar, para Asisten, pimpinan OPD, serta peserta upacara yang terdiri dari TNI-Polri, ASN, KNPI dan organisasi kepemudaan dan para pelajar setingkat SD, SMP/MTs, SMA/SMK dan Pramuka.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-90 kali ini mengusung tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”.

Upacara dimeriahkan dengan penampilan pemuda dan pemudi yang menggunakan pakaian adat dari beberapa daerah, mereka berbaris ditengah lapangan bersamaan dengan pembacaaan pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928.

Setelah itu Ketua KNPI Tapsel Hajrul Aswat Siregar beserta pimpinan OKP menyatakan sikap bahwasanya kami pemuda dan mahasiswa Tapanuli Selatan, menyikapi pemilu tahun 2019 sebagai pesta demokrasi rakyat dan harus berjalan sukses.

Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh komponen pemuda, mahasiswa dan masyarakat Tapsel untuk menjauhi narkoba serta tetap mewaspadai informasi yang menyesatkan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, seperti berita hoax, berita provokatif yang dapat merusak persatuan dan kesatuan.

Serta sebagai pemuda akan berada di garda terdepan dalam mensukseskan program pembangunan di semua bidang, baik program pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun pemerintah pusat termasuk program strategis nasional di Tapsel. .

Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu yang bertindak sebagai Inspektur upacara (Irup) mengatakan, pemuda Indonesia harus bangkit dan bersatu dalam mensukseskan program pembangunan di Indonesia khususnya di Tapanuli Selatan, sebagaimana pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua KNPI Tapsel Hajrul Aswat Siregar yang di dampingi ketua ketua ormas/ OKP se Tapanuli Selatan, tutur Bupati.

Saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepekaan dan kepedulian para pemuda tapsel atas pernyataan sikap tersebut yang menyinggung akan pentingnya persatuan dan kesatuan serta menjaga kekondusifan daerah yang selama ini kita bina dengan baik, demi menyongsong pesta demokrasi pemilu 2019 yang akan datang.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para pemuda dan mahasiswa yang akan berada di garda terdepan dalam mensukseskan semua program pemerintah baik itu pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun pemerintah pusat terutama pembangunan PLTA Batangtoru yang terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Sipirok, Marancar dan Batangtoru. serta kewaspadaan dalam menyikapi peredaran dan penyalahgunaan narkoba karena itu merupakan musuh bangsa kita maupun musuh bangsa dunia begitu juga dengan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan seperti berita hoax maupun berita-berita provokatif yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, ucap Bupati mengingatkan.

Pembangunan PLTA Batangtoru berbasis energi baru, merupakan ramah lingkungan dengan kapasitas 510 megawatt sebagai bagian integral dari program penyediaan energi listrik 35.000 megawatt pemerintah Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan Wapres RI H. Muhammad Yusuf Kalla yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat Sumatera Utara khususnya Tapanuli Selatan, ucap Syahrul.

Oleh karena itu, melalui pernyataan sikap para pemuda dan mahasiswa dapat menjadi masukan untuk lebih memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan, karena dengan persatuan dan kesatuan itu merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mensukseskan program pembangunan khususnya pembangunan PLTA Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Martin Gabe