Pemko Sibolga Minta Bantuan Pusat

SIBOLGA | Pemerintah Kota Sibolga, Sumatera Utara meminta bantuan pemerintah pusat untuk ikut melakukan pencarian terhadap kapal ikan dengan 29 nelayan yang hilang di laut sejak lebih dari sepekan lalu.

Wali Kota Sibolga Syafri Hutauruk  mengatakan, meski Tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian, namun sampai sekarang belum ada kabar tentang keberadaan 29 nelayan yang berada di KM Mega Top III tersebut.

Selama proses pencarian, tim SAR gabungan dari Sibolga dan Aceh tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal dan ABK kapal ikan bernomor lambung 359 PPJ milik UD Sinar Mas itu.

“Sampai sekarang kita masih menduga, kemungkinan kapal masih mengapung dan terbawa arus, atau belum tenggelam karena tidak ada tanda-tanda kapal karam di lokasi pencarian,” katanya usai memimpin rapat lintas instansi di kantor Walikota Sibolga.

Ia mengatakan, upaya selanjutnya Pemerintah Kota Sibolga harus meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk menurunkan armada yang lebih canggih.

“Bisa saja keberadaan kapal itu sudah berada di wilayah hukum negara lain, maka kita butuh bantuan pemerintah pusat melalui Basarnas dan kementerian terkait lainnya,” katanya.

Sebelumnya Humas UD Sinar Mas Aswin Nasution mengatakan, kapal tersebut telah dinyatakan hilang kontak sejak 3 Januari 2018 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

“Kapal berangkat dari TPI yang ada di Pondok Batu tanggal 27 Desember 2017 menuju lautan. Dan tanggal 3 Januari 2018 kami kehilangan kontak sampai sekarang. Ada sebanyak 28 orang ABK dan 1 orang menumpang dari laut,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk ke Mabes Polri, dengan harapan ada upaya cepat yang dilakukan dalam melakukan pencarian.

“Kita juga terus melakukan pencarian, Ada 20 pongpong yang berangkat, dan dua kapal tongkang,” katanya. (Syawal R)

Editor :  Roem Nasution