Palas Berubah Bersama Rahmad-Syahrul

PALAS | Pasangan Dalihan Natolu-Pahae Barumun Pahulu Sosa, Rahmad Pardamean Hasibuan-Syahrul Efendi Hasibuan yang akan maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Padang Lawas periode 2018-2023 telah siap mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padang Lawas.

Sesuai jadwal dan tahapan pilkada yang ditetapkan oleh KPU Padang Lawas pendaftaran pasangan calon akan digelar pada tanggal 8 sampai 10 Januari yang akan datang.

Demikian disampaikan Ketua Tim Media Centre Pasangan Dalihan Natolu-Pahae Barumun Pahulu Sosa, Syukri Daulay, kepada wartawan kemarin (02/01/2018) di Grandika Hotel, Sibuhuan.

Syukri mengungkapkan pasangan Rahmad-Syahrul sangat terharu dengan semangat perubahan yang telah membahana di tengah masyarakat Padang Lawas.

Tak hanya itu ia menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat Padang Lawas saat ini menilai bahwa pasangan petahana saat ini gagal dalam memimpin Padang Lawas.

“Sehingga kami melihat dukungan kepada pasangan ini lahir akibat kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat kepada pasangan petahan saat ini, Nah persepsi mayoritas inilah yang akhirnya mengawali gerakan perubahan ini”, bebernya.

Syukri menjelaskan bahwa gerakan pengumpulan dukungan ini telah berjalan jauh sebelum tahapan pilkada dimulai dan akan terus dilakukan tim pemenangan di seluruh desa dan kecamatan di Padang Lawas hingga jumlah dukungan dinilai sudah maksimal .

Tak hanya itu, issu yang dibangun oleh pihak tertentu yang mengatakan bahwa petahana akan memborong seluruh partai politik sehingga hanya akan menjadi calon tunggal dinilai berbagai pihak sangat melukai hati mayoritas masyarakat Padang Lawas.

“Masyarakat menilai langkah tersebut sebagai arogansi dan sikap jumawa petahana sehingga mengancam keberlangsungan demokrasi yang jujur, bersih dan demokratis”, ucapnya.

Hal tersebutlah yang akhirnya mendorong mayoritas masyarakat berbondong bondong memberikan dukungan secara suka rela dan tanpa paksaan di seluruh kecamatan di Padang Lawas .

“Sehingga dukungan yang diberikan masyarakat sangat kami hargai dan aprsesiasi dan pasangan Syahrul-Rahmad mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang dan menggelorakan semangat perubahan di Padang Lawas”, ucapnya.

“Hingga saat ini sudah terkumpul dukungan KTP sebanyak 54.000 yang terdiri dari KTP Elektronik maupun KTP nasional yang menyatakan dukungan dan berkomitmen akan mendukung perubahan di Padang Lawas”, ucapnya.

Syukri menerangkan hingga saat ini pihaknya masih terus menungumpulkan dukungan KTP sebanyak-banyaknya dan ditargetkan mencapai 70% dari jumlah pemilih di Padang Lawas.

“Kita masih akan terus mengumpulkan photo copy KTP sebanyak-banyaknya, langkah ini kami tempuh tak hanya untuk melengkapi syarat dukungan semata saja. Namun juga untuk mengukur tingkat elektabikitas pasangan ini pada saat pemilihan nanti”, ujarnya.

Tak hanya itu Syukri juga menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara yakni KPU dan Panwaslih Padang Lawas yang memiliki tanggung jawab dan berperan besar dalam memastikan pesta demokrasi Pilkada Palas 2018 berjalan secara bersih, jujur, adil dan demokratis.

“Meskipun dalam beberapa hal ada koreksi namun kami menilai sejauh ini kinerja KPU dan Panwaslih sangat profesional sesuai dengan tuntutan hukum dan perundang-undangan,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Tim Kampanye Pasangan Rahmad-Syahrul, H. Ismail Siregar, SP, mengatakan pihaknya menemukan laporan dari tim pemenangan baik di tingkat Desa dan Kecamatan bahwa ada indikasi beberapa pihak yang melakukan intimidasi dan provokasi kepada masyarakat yang berpotensi menciptkan suasana yang tidak kondusif di Padang Lawas.

“Kami minta seluruh aparat Kades, PNS, Camat, dan SKPD agar berdiri netral agar proses pilkada tidak tercederai akibat nafsu berkuasa pihak tertentu yang merasa galau dan tidak siap berdemokrasi dengan hadirnya pasangan ini”, ungkapnya.

Ismail juga menambahkan pihaknya juga saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan beberapa camat dan SPKD dalam melakukan provokasi di tengah masyarakat dan akan secepatnya melaporkan hal tersebut kepada Panwaslih.

“Kami mengajak seluruh pihak agar menjaga situasi kondusif, mari kita bertarung ide, visi dan misi. Kalau provokasi dan intimidasi ke masyarakat terus dilakukan kami khawatir situasi akan semakin tidak baik sehingga akan mengganggu proses pilkada yang aman dan Demokratis”, pungkasnya. (Syukri Daulay)

Editor : Bahrum Nasution