P2TP2A Langkat Sesalkan Penembakan Tersangka Narkoba

Stabat, SSOL-Terkait penangkapan tersangka narkoba berinisial BIM, warga Desa Securai Pasar, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Senin (12/8) kemarin, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat, melalui Humasnya Darwis Sinulingga, sangat menyesalkan penembakan terhadap tersangka narkoba yang notabenenya masih dibawah umur. Menyikapi hal tersebut, Darwis sangat menyayangkan tindakan petugas yang dinilai gegabah tersebut.

Kepada awak media, Darwis mengaku akan ikut ambil andil dalam kasus penembakan tersebut. Pasalnya, tersangka narkoba yang disebut-sebut masih dibawah umur tersebut tak seharunya diperlakukan seperti itu.

“Yang namanya anak, apalagi ini terkait dengan narkoba, ditambah lagi dalam kasus ini dia juga sebagai korban dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba, petugas tak harus gegabah langsung main tembak,” tegas Darwis.

Pria yang biasa disapa Iyong ini menambahkan, kalau masalah proses hukumnya kita serahkan ke hukum yang berlaku. Tapi kalau memang ada dugaan kasus kekerasan terhadap anak tersebut, kita juga akan meminta oknum yang melakukan kekerasan itu agar diproses.

“Kalaulah memang tersangka melakukan perlawanan, janganlah sampai kedua kakinya ditembak. Dalam kasus ini yang menjadi pertimbangan kita adalah tersangkanya itu anak dibawah umur, nah anak ini masih dilindungi undan-undang tentang anak. Kalau memang harus diproses, tak harus mengeksekusi anak itu,” tegas Iyong.

Iyong juga mengatakan, bahwa kejahatan yang dilakukan anak itu kan masih bisa diupayakan untuk untuk dibina. Kalau sebagai pengguna narkoba kan masih bisa direhab.

“Kecuali anak itu terlibat dalam sindikat besar, bisalah main tembak. Kita ambil sample kasus anggota legislatif yang terlibat peredaran narkoba hingga ratusan kilo beberapa waktu lalu, seharusnya yang seperti itu yang pantas ditembak. Mungkin kalau anggota legislatif itu yang ditembak aparat, itu baru wajar,” ujar Iyong.

“Dalam kasus yang menimpa anak ini kan kita gak tau latar belakangnya apa hingga dia nekat melakukan transaksi seperti itu. Bisa jadi dia melakukannya baru pertama kali ini. Nah, kalaupun dia sudah berulangkali transaksi narkoba, artinya polisi juga dah kecolongan kan. Berarti kemungkinan sudah terjadi pembiaran peredaran narkoba di daerah tersebut. Apalagi anak ini kan hanya pembeli, sementara pengedarnya gak dikejar dan ditangkap,” pungkas Iyong.

Diberitakan sebelumnya, Seorang tersangka penyalahgunaan narkoba ditembak personil Sat Narkoba Polres Langkat. Pasalnya, tersangka yang diketahui berstatus anak di bawah umur tersebut melawan petugas saat hendak ditangkap. Tersangka BIM yang masih belum diketahui domisilinya tersebut, terpaksa dilarikan ke RS Brimob Jalan Wahid Hasyim Medan, Selasa (13/8) untuk mendapatkan perawatan medis lantaran luka tembak di kedua kakinya.

Kasubbag Humas Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, mengaku sudah ada beberape media yang menghubunginya untuk mempertanyakan terkait masalah tersangka narkoba yang ditembak tersebut. “Informasinya masih simpang siur itu bang. Kita tunggu lah informasi dari orang Narkoba ya,” pungkas AKP Arnold.

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Langkat, AKP Adi Haryono, SH saat dikonfirmasi awak media, Selasa (13/8) sekira jam 17.00 WIB via terlepon selulernya membenarkan peristiwa tersebut. Kasat Narkoba mengaku bahwa tersangka melawan petugas saat hendak ditangkap. “Ada kita tangkap bang, ini masih diobati, belum pun lagi diperiksa. Sabar dulu ya bang, nanti kita kabari lagi bang,” beber AKP Adi Haryono, SH.

Ahmad