Oknum Honorer Kecamatan Diduga Pungli Pengurusan IMB Gedung Walet

Sawit Seberang, SSOL-Oknun honorer Kecamatan Sawit Seberang, berinisial ES, yang juga disebut-sebut sebagai orang dekat Camat Sawit Seberang, Muhammad Suhaiami, SSTP, MSP diduga telah menyalahi tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai tenaga honorer.

Pasalnya, ES diduga melakukan pungli terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gedung walet di Dusun VI Pelawi, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sawit Seberang, Langkat.

Hal tersebut disampaikan Koko, yang mengaku sebagai salah seorang perwakilan pengusaha walet, saat ditemui awak media di terminal Sawit Seberang, Senin (2/9) sekira jam 14.00 WIB.

Koko mengatakan, saat awal pembangunan penangkaran walet tersebut, ES pernah datang meninjau dan menanyakan masalah IMB penangkaran walet di Dusun Pelawi. “Waktu itu dia (ES) datang nanya IMB, katanya dari Kecamatan,” beber koko.

Koko melanjutkan, karena tak ingin bangunan walet tersebut bermasalah lantaran waktu itu belum memiliki IMB, Koko dan rekannya bernama Sutris menemui ES untuk mengurus IMB.

“Waktu itu ES minta uang Rp 6 juta untuk keperluan ngurus IMB. Uang itu kami serahkan jam 8 malam di rumahnya” sambung Koko.

“Setelah beberapa hari, ku tanyakan sama ES terkait masalah IMB itu. Dia bilang, rekom dari Camat dah selesai, IMB nya nanti rekan bos langsung yang ngurus ke Kabupaten. Setau aku, kalau cuma ngurus rekom itu kan gak pake biaya. Jadi uang Rp 6 juta itu dikemanakan sama dia,” ketus Koko.

Kasi Trantib Kecamatan Sawit Seberang, Legimin, saat ditemui di ruang kerjanya Senin (2/9), mengaku sudah mempertanyakan masalah pemberitaan terkait IMB tersebut kepada ES. “Kebetulan dia tu anggota saya. Dia ngaku katanya uang itu disetorkannya ke Kabupaten untuk ngurus IMB. Saya bilang, mana mau Kabupaten uang segitu untuk ngurus IMB, soalnya mau kena sekitar Rp 20 juta untuk izin walet itu,” beber Legimin.

“Seharusnya, kalau masuk retribusi kesini sekitar Rp 6 juta, kami dah aman disini, gak kena teguran dari Kabupaten. Nyatanya, sampai saat ini retribusi masih kosong,” lanjut Legiman.

Menyikapi hal tersebut, pria yang low profile itu mengaku tinggal menunggu surat perintah dari Camat dalam hal penertiban bangunan yang tidak memiliki IMB.

“Untuk tahun ini, surat perintah untuk saya belum turun dari pak Camat. Kalau gak ada surat perintah itu, mana berani saya untuk melakukan penertiban,” ujar Legimin.

Masalah tersebut juga sudah pernah ditanyakan Legimin ke Sekdes Simpang Tiga. “Pihak desa tidak tau masalah itu. Mereka mengaku dah ditangani ES masalah bangunan itu, “sebut Legimin.

Tambah Legimin, menurut Perbub No 16 Tahun 2018 Tentang Perubahan Tarif Retribusi Izin Mendirikan Mendirikan Bangunan, tarif untuk bangunan penangkaran walet setiap meter perseginya sebesar Rp.50.000. “Jadi gak mungkin dengan uang segitu dia bisa ngurus izinnya. Seharusnya ES itu lapor saya kalau ada bangunan bermasalah, bukan dimainkan sesukanya gitu,” ketus Legimin.

Terpisah, Camat Sawit Seberang, Muhammad Suhaiami, SSTP, MSP saat dikonfirmasi awak media, Rabu (4/9) sore mengaku tidak ada biaya sedikitpun dalam pengurusan rekom untuk IMB. “Gak ada pake biaya apapun untuk ngurus rekom untuk IMB,” tegas Suhaimi.

Sementara, saat dikonfirmasi awak media via pesan WhatsApp dan SMS terkait masalah pungutan pengurusan IMB penangkaran walet tersebut, ES enggan memberi jawaban meskipun pesan yang dikirim sudah dibacanya.

Fii