Material Jembatan Raib, Manajer PTPN II Kebun Sawit Seberang Berang

Sawit Seberang, SSOL-Material jembatan sebagai aset PTPN II Kebun Sawit Seberang yang terletak di Dusun IV, Desa Sei Litur, Kecamatan Sawit Seberang, raib. Raibnya material jembatan itu berkaitan dengan proyek pembangunan jembatan yang akan didirikan tepat di atas jembatan lama.

Aset yang selama ini berdiri di atas Sungai Mbayak itu membuat Manajer PTPN II Kebun Sawit Seberang, Erwin Indra Jaya SP kecewa dan berang. Bagaimana tidak, jembatan yang dibangun untuk kepentingan umum tersebut hilang begitu saja tanpa sepengetahuannya.

“Selain untuk kepentingan kebun, jembatan itu juga dipakai warga dan anak sekolah untuk akses melintasi sungai. Gitu kita dengar hilang, kan palak kita. Kok seenaknya aja main angkat besi itu tanpa ada kordinasi sama saya,” kesal Erwin saat dikonfirmasi metro 24 jam, Sabtu (12/10) jam 15.00 WIB.

Menurut keterangan Erwin, jembatan itu dibongkar karena mau dibangun jembatan baru. “Gak semestinya besi itu diangkat begitu saja. Setidaknya, Kades ataupun pemborongnya kordinasi sama saya, karena itu aset kami. Saya akan pangil Kadesnya karena proyeknyan di desa dia. Dan kalau ada pihak yang menuding besi itu diambil sama PTPN II, jumpakan orangnya sama saya,” pungkas manajer kesal.

Sementara, Kades Sei Litur Sawon AR saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu kapan pembongkaran jembatan tersebut. “Beberapa waktu lalu, pihak pemborong ada jumpai saya permisi mau bangun jembatan. Besoknya warga heboh lantaran jembatan dah dibongkar dan tidak dibuat jembatan alternatifnya,” sebut Sawon.

Kemudian Sawon meminta pihak pemborong agar membangun jembatan alternatif, agar warga bisa melintasi sungai tersebut. “Kalau masalah siapa yang bongkar dan nga.bil besi nya, saya gak tau itu. Saya sangka mereka dah kordinasi,” pungkas Sawon.

Pihak kontraktor saat dihubungi wartawan mengaku bahwa mereka tidak ada memgambil material jembatan yang lama. “Yang ngambil itu ngakunya Papam kebun bang. Setau kami itu memang punya kebun, jadi kami biarkan aja mereka bongkarnya,” beber pihak kontraktor.

Diketahui, akibat pembongkaran jembatan itu, warga kesulitan menyebrangi Sungai Mbanyak disaat musim hujan seperti sekarang ini. Disamping itu, truk pengangkut TBS juga sempat terseret arus sungai saat hendak menyebrang beberapa waktu.

Ahmad