Masyarakat Tolak  Penempatan TPA Baru

PADANGSIDEMPUAN – Warga Desa Batang Bahan dan Siltoting Kecamatan Padangsidimpuan Batu melakukan aksi protes dengan memblokir jalan menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang baru, Selasa (20/02/18)

Demo dipicu akibat kemarahan warga yang menolak, kalau Desa Batang Bahal dijadikan TPA dari seluruh kota Padangsidimpuan. Bahkan, hanya sejumlah warga saja yang yang mengetahui kalau daerah mereka mau dijadikan TPA, pengganti dari desa Batu Bola.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, akhirnya masyarakat diajak berdialog melalui musyawarah yang dihadiri oleh Asisten II Kota Padangsidimpuan bidang Ekonomi Pembangunan, Kadis Lingkungan Hidup Padangsidimpuan, Camat PSP Batunadua, Kapolsek Batunadua, Kepala Desa Batang bahal dan Kepala Desa Siloting serta ratusan masyarakat.

Penetapan lokasi TPA yang baru ini berdasarkan surat keputusan walikota Padangsidimpuan No: 463/KPTS/2017 dan mengingat TPA lama  sudah Over Capacity. Rahuddin Harahap selaku Plt Asisten II Kota Padangsidimpuan mengatakan bahwa permasalahan sampah hampir di seluruh daerah memang selalu jadi persoalan.

“Dan kalau pun masyarakat menolak Lokasi TPA yang saat ini adalah hal yang wajar. TPA yang sebelumnya berada di Batu Bola sudah tidak layak, lahan yang hanya berukuran 1,5 Ha sudah Over Capacity dan TPA ini sudah ada Sebelum Pemekaran Kota Padangsidimpuan yang dulunya Masih  bagian  Kab. Tapanuli Selatan,” ujarnya.

Salah seorang warga dalam acara musyawarah tersebut menyampaikan, mereka tidak tahu menahu tentang hal persetujuan. Beliau juga membenarkan sekitar bulan Desember lalu ada pertemuan dengan masyarakat, tetapi yang diundang hanya sebagian kecil saja.

Yang hadir pada saat itu hanya sekitar 20 orang, sementara warga di Balakka sipunggur ini ada sekitar 120 KK. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan, melalui sekretaris nya Muhammad Faizal mengatakan sebelum TPA ini beroperasi pihaknya sudah kordinasi dengan Kepala Desa, Camat, Sekda, Walikota.

Beliau juga mengatakan mengenai AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) warga bisa datang ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan agar lebih jelas. Sampai acara pertemuan tersebut selesai hari hari ini, jalan menuju TPA masih di blokade serta aktifitas pembuangan sampah tidak beroperasi. (Jaker)

Editor : Yeni Sitorus