Massa PC. IMM tuntut netralitas Aparatur Negara dalam Pemilu 17 April Mendatang

Walikota Padangsidempuan menerima aksi massa PC. IMM di depan kantor Walikota.

Padangsidimpuan, SSOL- Aliansi Mahasiswa Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( PC. IMM ) Kota Padangsidimpuan, gelar aksi Unjuk Rasa Damai untuk menyampaikan Pernyataan Sikap. Perihal tentang video yang lagi viral oknum Polisi di duga mengkampanyekan salah satu paslon presiden, di duga acara di gelar di aula salah satu kantor camat di Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Sasaran aksi PC. IMM bergerak ke Mapolres Padangsidimpuan, Kantor Walikota Padangsidimpuan, Bawaslu Padangsidimpuan, Senin 25 Maret 2019 sekitar Pukul 11.00 Wib.  Aksi Unjuk Rasa Damai ini adalah untuk Menyampaikan Pernyataan Sikap dari Aliansi PC IMM ( Ikatan Mahasiswa Muhammaddiyah) diKota Padangsidimpuan, Jumlah massa puluhan orang, dengan Penanggung Jawab aksi Ketua Umum Muqdial Amri Hasibuan; Korlap Alan Sayid Abdilah BM dan Koord Aksi Rahmad Taufiq Pardede

Dalam Pernyataan Sikapnya, Meminta Kepolisian RI terutama Kapolres PadangSidimpuan agar segera memberikan Keterangan resmi atas Viralnya Vidio Oknum Polisi yang diduga terlibat mengkampayekan salah satu Calon Presiden,
Meminta Kapolres Padang Sidempuan agar memberikan Sanksi Tegas dan Berat kepada Oknum Polisi yang diduga ikut mengkampayekan salah Satu Calon Presiden;
Meminta Kapolres Kota agar menjaga Netralitas dan ikut Aktif melakukan Pengawasan Pelanggaran Pemilu dan melindungi seluruh Masyarakat Padang Sidempuan agar terhindar dari Upaya Upaya Intervensi dan Intimidasi oleh Orang orang yang tidak bertanggung Jawab, meminta Kapolres Padang Sidempuan agar berperan aktif dalam menciptakan Pesta Demokrasi yang Damai dan bersih dan Meminta Kapolres Kota agar segera meminta Maaf atas Viralnya Vidio Oknum Polisi yang diduga terlibat mengkampayekan salah satu Calon Presiden.

Selanjutnya Tuntutan Massa, meminta agar Fasilitas Negara seperti Kantor Camat bukan tempat Kampaye; Kantor Pemerintah, Kepolisian dan Bawaslu Padangsidempuan untuk mewujudkan Pesta Demokrasi yang Bebas Intervensi serta menjaga Netralitas dalam Pesta Demokrasi, dan kepada pihak Bawaslu Kota Padang Sidempuan agar menindak Lanjuti Viralnya Vidio yang telah Beredar dan kepada Bapak Presiden Kalau Mau Mencalon Ayo Cuti jadi Presiden., demikian pernyataan Sikap dari Aksi Massa PC. IMM Kota Padangsidempuan.

Saat menerima aksi massa PC. IMM, Wakapolres Padangsidimpuan Kompol Matnur Dalimunthe menyatakan  “Saya mengucapkan Selamat datang kepada Adek Adek Mahasiswa kekantor Polres kami ini, Saya juga mau menyampaikan kepada Adek Adek bahwa untuk Aspirasi sudah saya tampung dan akan saya sampaikan kepada bapak Kapolres,  Untuk saat ini Bapak Kapolres tidak berada ditempat karena ada acara di Polda Sumut, ucapnya.

Ditambahkan nya “Untuk Masalah Viralnya Vidio Tersebut sudah kita ketahui bersama sama, Kami hanya melaksanakan tugas semua itu yang bisa memberikan Konfirmasi hanyalah Pimpinan atas Kami yaitu Kapolda yang bisa menjawab Viralnya Vidio tersebut hanya Humas Polda Sumut dan Silahkan Adek Adek  Mahasiswa Konfirmasi kepihak Humas Polda yang ada di Medan” tambah Wakapolres.

Beberapa saat setelah mendengarkan Penjelasan dari Bapak Wakapolres Kota Padangsidimpuan, Massa bergerak menuju Kantor Walikota untuk melakukan Aksinya dengan Long Mars, Massa Tiba didepan Kantor Walikota Jln Sudirman Kota Padang Sidempuan dengan Tuntutan yang Sama. Setelah menunggu lama Massa diterima oleh Walikota Padangsidimpuan.

Irsan Efendi Nasution menyampaikan, “Saya menjawab sesuai dengan kondisi apa adanya , meminta saya untuk bersikap netral,  dan seluruh ASN  yang mencoba coba ikut jadi Tim sukses agar netral, walaupun ASN tidak boleh berpolitik tapi mereka punya hak politik dan boleh memilih. Saya minta kepada inspektorat untuk  mengawasinya, begitu juga dengan Kesbangpol, dan kepada adik2 Mahasiswa saya juga minta partisipasinya untuk ikut mengawasinya, Saya sudah himbau kepada seluruh ASN utk tidak terlibat politik praktis, tegas Walikota”, ucap Walikota

Menanggapi Soal video viral di Kantor Camat Tenggara, Walikota menyatakan, “Itu ada kegiatan masyarakat penerima program keluarga penerima manfaat, Soal adanya ucapan dan kalimat yg ada dalam video, kalimat itu adalah kegiatan keluarga penerima manfaat dengan menggunakan kantor camat. Dan bila ada ditemukan kesalahan ASN terlibat pada kegiatan itu. Saya akan proses dan tindak tegas bila Camatnya bila terlibat”, Ucap Irsan.

Khusus terhadap konten video itu, saya tidak punya wewenang dan tidak boleh menyampaikan pendapat. Apalagi kawan kawan menuntut saya untuk netralitas. Soal meminta saya mundur dari jabatan. Tolong pahami keadaan saya, karena saya adalah ketua Parpol. Tolong pahami posisi saya ini. Di satu sisi saya adalah walikota, dan satu sisi saya adalah ketua Parpol. Dan ini bukan hanya di Padangsidimpuan saja, tapi diseluruh Indonesia, ujar nya.

tambahnya, “Jadi kalau menuntut mundur saya sebagai walikota, itu sudah melanggar undang-undang. Tapi saya pastikan saya akan membedakan tupoksi saya sebagai walikota dan ketua partai.
Yakin dan percayalah, bahwa saya juga akan menjaga integritas saya dan harga diri saya. Saya pastikan, saya akan berada diposisi untuk yg terbaik bagi kota Padangsidimpuan”, tegas walikota.

Setelah mendapat tanggapan dari Walikota Padangsidimpuan massa melanjutkan Orasi nya kekantor Bawaslu, Jln. Mawar Kel. Ujung Padang Kec. Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan, dengan Long Mars.

Massa diterima oleh Ramadhan Sakti Siregar, Komisioner Bawaslu Koordinator Divisi Hubungan Antar Lembaga dan menyampaikan : “Kami dari Bawaslu menerima semua aspirasi yg disampaikan oleh adik-adik sekalian. Pada dasarnya untuk semua tahapan kami mengikuti semua regulasi yang ada. Dan pasti ada dinamika yg terjadi. Soal APK, sesuai regulasi sudah kami lakukan. Tinggal kami para penyelenggara dan peserta pemilu merespon terkait APK. Dan kami sudah melakukan penertiban, dan soal kampanya akan berlangsung hingga 13 Maret nanti. Dan setelah itu masuk kepada Minggu tenang. Jadi aspirasi akan kami tampung dan kami tindak lanjuti”. tegas Ramadhan.

Demikian juga, Rahmat Aziz Hasiholan Simamora, Komisioner Bawaslu bidang Divisi hukum Pelanggaran Kota Padangsidimpuan menyampaikan, ” Mengenai video, itu kejadian tgl 5 Maret dan viral baru beberapa hari ini. Dan sudah dilakukan proses investigasi oleh Panwascam Psp Tenggara. Kita kawal investigasinya agar pemilu bisa berlangsung jujur dan adil. Soal cuti presiden, hari ini Kemenpan RB sudah mengeluarkan peraturan bahwa presiden harus cuti dari jabatannya. Dan soal APK, ada prosedurnya, dan kami sudah berkordinasi dengan KPU dan pihak terkait. Dan bukan trantib, yg tugasnya menurunkan APK. Soal netralitas ASN, kami juga ikut mengawasinya dan sudah ada satu kasus yg kami tangani dan tinggal menunggu keputusannya”, tambahnya.

Martin Gabe