LKLH Sumut Meminta Pemda Mengkaji Ulang Pembangunan Proyek PLTA Simarboru

TAPSEL, SSOL-Koordinator Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Sumut  (LKLH) Chairul Jamal, S.Sos.I, kepada wartawan, Selasa (08/01) angkat bicara terkait
pembangunan proyek raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipirok-Marancar-Batangtoru (Simarboru) yang menggunakan lahan di tiga Kecamatan yaitu, Sipirok, Marancar dan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan Propinsi Sumatera Utara.

“Vibrasi atau getaran dari gempa di patahan bisa memberikan pengaruh yang signifikan. Bila terjadi gempa tektonik berskala besar, siapa yang bertanggung jawab kalau bendungan pecah dan air bendungan PLTA Simarboru merembes keluar dalam jumlah banyak, tentu bisa saja mengancam ribuan jiwa masyarakat di sekitar lokasi dan sekitarnya ” ujar Chairul Jamal

Masih menurutnya, izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PLTA Simarboru tersebut belum mendukung. Selain amdal belum mendukung, letak teritorialnya berdekatan dengan zona merah atau daerah patahan.
Dalam artian, potensi gempa tektonik tinggi.

“Untuk itu saya meminta kepada Pemda Propinsi dan Pemerintah Kabupaten agar mengkaji ulang pelaksanaan pembangunan proyek PLTA Simarboru Batang Toru . Walaupun zona merah dengan bendungan yang akan dibangun oleh PLTA Simarboru berjarak 5 Km tetapi akibatnya sangat berbahaya jika gempa tektonik terjadi.

Ahmad Mubin Lubis