Lagi lagi, Kuli Tinta Dikriminalisasi saat melakukan Peliputan

Tapanuli tengah, SSOL.Com-Kembali kaum Kuli Tinta, Alias Jurnalis di Wilayah Sibolga dan Kabupaten Tapanuli tengah, mendapat perlakuan kasar yang hampir merenggut nyawa, saat melakukan Peliputan.

Kali ini, perlakukan Kriminalisasi yang dialami Para Kuli Tinta di Wilayah Sibolga-Tapteng, saat melakukan Peliputan Kegiatan Pembangunan Kantor Urusan Agama,(KUA).

Atas Tindakan Pekerja yang kasar dan membawa senjata Tajam, telah menimbulkan Opini bahwa Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) diduga sengaja pelihara preman di proyek pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandan, Tapteng.

Hal tersebut bermula ketika salah seorang awak media melakukan peliputan terkait pembangunan kantor KUA Pandan, Rabu (17/11/2021). Salah seorang pekerja bermarga Laia (diduga Preman), meminta agar awak media membawa surat izin terlebih dahulu.

“Kemaren ada orang kantor yang datang, ngomong sama kami kalau ada yang mau memfoto harus bawa surat izin dari kantor bang,” ujar Laia kepada awak media.

Namun ketika awak media menanyakan kantor mana yang mengeluarkan surat izin untuk melakukan peliputan, Laia mengaku tidak mengetahuinya.

Sesaat kemudian pekerja bermarga Laia diduga merekam awak Media, saat awak media menyampaikan perbuatan pekerja tersebut yang diduga melakukan perekaman secara diam-diam, saat Pekerja itu ditegur dengan mengatakan agar pekerja tersebut harus izin dulu sebelum melakukan perekaman.

Tak terima hal itu, Laia lalu mengatakan tidak merekam dan beranjak ke belakang seraya mengambil sebilah parang.

“Siapa yang merekam, saya tidak terima kalau dibilang gitu,” cetus pria yang diduga preman tersebut usai mengambil parang.

Kejadian ini pun sontak membuat awak media kaget dan meminta maaf. Namun, pria bertindik dan rambutnya diikat (diduga preman) tersebut seolah tidak terima.

“Bilang lah siapa yang merekam, biar kita lihat, gak peduli aku siapa orangnya, gak ada yang ku pikirkan,” ketusnya sambil merempet awak media.

Apa maksud dari pria yang diduga preman itu mengambil sebilah parang dan berkata seperti itu ?

Tentunya, hal ini sangat disayangkan, di proyek pembangunan KUA yang anggarannya bersumber dari negara malah memelihara seseorang yang diduga preman.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Kemenag Tapteng, terkait pelaksanaan pembangunan Kantor KUA.

(Ferry Sitohang)

LEAVE A REPLY