Kota Padangsidimpuan Dilanda Banjir

Padangsidimpuan.SSOL- Derasnya curah hujan yang terjadi sejak sore tadi, Kamis (25/10/2018) di Kota Padangsidimpuan menyebabkan banjir dimana-mana.
Sekretaris Camat Padangsidimpuan Tenggara, Amri Taufik, hingga kini masih memantau perkembangan banjir di wilayahnya.

Berdasar pantaunnya di Desa Manegen, Goti, Manunggang Julu, dan Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, ketinggian air bervariasi.
“Saat ini banjir terparah khususnya di Padangsidimpuan Tenggara berada di Desa Manunggang Julu,” dikhawatirkan kondisi banjir semakin meluas sejalan curah hujan masih tinggi. Informasi yang berhasil dihimpun di sejumlah kecamatan lain di Kota Padangsidimpuan juga terjadi banjir yang diakibatkan sejumlah sungai seperti Batang Ayumi dan sungai kecil lainnya.

Banjir juga merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Sitamiang Baru, kel. batang ayumi jae tanggal , sihoringkoring, kel. aek tampang gg.teladan , Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, kec.Psp utara , kec. Psp Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Kamis (25/10/2018) sore. Ketinggian air sekitar 50 cm. serta di wilayah gang salak permai 4 kel. batunadua jae, kecamatan Padangsidimpuan batunadua.

Berdasarkan informasi di lapangan, banjir terjadi sejak pukul 16.00 WIB. Air yang menggenangi pemukiman warga sitamiang baru, itu berasal dari anak sungai Hasar Halili, tidak jauh dari permukiman warga. Ketinggai air di dalam rumah sudah mencapai 15 centimeter, sehingga dipastikan banyak warga yang terpaksa meninggalkan rumah.

Sebagian dari mereka memutuskan menumpang ke rumah kerabat yang tidak tergenang air. Warga juga terlihat berkemas-kemas karena takut datang luapan air yang lebih besar. “Air meluap dari anak Sungai Hasar Halihi, tidak jauh dari rumah saya,” tutur SM Sitompul, salah seorang warga Kelurahan Sitamiang Baru.
Meluapnya air anak Sungai Hasar Halihi disebabkan hujan deras yang melanda sebagian wilayah Padangsidimpuan.

“Drainase juga tidak bisa menampung air,” ungkapnya.

Informasi yang diperoleh, selain khawatir datangnya banjir lebih besar, warga juga merasa cemas akan terjadinya bencana longsor. Sebab, beberapa pekan lalu, longsor juga terjadi di wilayah Kelurahan Sitamiang Baru, karena sudah pernah dialami warga dan merusak salah satu rumah,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, semua pihak baik dari kepolisian, BPBD kota Padangsidimpuan, TNI, Satpol-PP, warga masyarakat kota Padangsidimpuan berupaya bahu membahu membantu di beberapa titik banjir.

Martin Gabe