KontraS dan Polres Sibolga Gelar FGD Pemolisian Berbasis HAM

SIBOLGA, SSOL –  Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut bersama Polres Sibolga menggelar FGD (Focus Group Discussion) bertajuk pemolisian berbasis HAM. Kamis (11/10/2018).

“Apresiasi bagi Polres Sibolga dan pak Kapolres yang pro dan aktif hingga kegiatan ini berlangsung,” kata Kordinator Badan Pekerja Kontras Sumut, M. Amin Multazam Lubis.
Amin menuturkan, pasca reformasi, instansi kepolisian sudah banyak berbenah sedemikian rupa. Kendati masih banyak ditemui berbagai problem konflik seperti tindakan kekerasan dan penyiksaan.
“Karena itu perlu dilakukan forum bersama untuk membahas mengenai HAM ini bersama kepolisian,” katanya.
Amin berharap, forum tersebut nantinya dapat memberikan informasi-informasi yang penting tentang persoalan-persoalan yang dihadapi kepolisian dalam menegakkan pemolisian berbasis HAM.
Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hatorangan Hariandja menuturkan, pihaknya berkomitmen agar proses pemolisian berbasis HAM dapat berjalan sesuai SOP yang ada.
Ia mengaku akan mendorong kegiatan-kegiatan serupa dapat lebih sering dilakukan demi memperbaiki kinerja kepolisiaan.
“Keanggotaan juga harus memahami SOP apalagi dengan dalam melakukan tindak penahanan yang katanya masih dugaan.  Disamping itu polisi juga harus memikirkan hak asasi seseorang,” tegas Kapolres
Ia juga menegaskan, agar jajarannya dalam menangani sebuah kasus mengedepankan cara-cara yang humanis.
“Semuanya bertahap mulai dari sosialisasi, teguran hingga operasi penindakan yang keras,” katanya.
FGD yang juga diikuti sejumlah pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga Tapteng tersebut berlangsung terbuka dan kritis.
(IWAN PAKPAHAN/RIL).