Ketua MD KAHMI : DPRD Tanjungbalai Jangan “Cuci Tangan”, Terkait Pengurangan BPJS Madani

Tanjungbalai.SSOL.Com- Persoalan kisruhnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Tanjungbalai dalam pembahasan Pengurangan Kartu Indonesia Sehat / BPJS Madani menjadi perhatian ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( MD-KAHMI) Kota Tanjungbalai.

Pasalnya Ketua MD-Kahmi, H.Ucok Roufdi menilai perlakuan dan sikap oknum DPRD kepada Kadis Sosial terlalu berlebihan dan terkesan “cuci tangan”.

“menurut saya perlakuan dan sikap oknum DPRD pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada Kepala Dinas Sosial terlalu berlebihan dan DPRD terkesan cuci tangan”. ungkap Ucok kepada SSOL (Tanjungbalai, Rabu 17 Maret 2021).

Dalam hal ini H,Ucok Roufdi yang juga mantan anggota DPRD memaparkan, bahwa pengurangan BPJS Madani tersebut bersumber dari penyampaian Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di DPRD, yang mana Anggaran BPJS Madani sudah teralokasi untuk 45 ribu jiwa pada pos Dinas Kesehatan Tanjungbalai.

Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan KUA-PPAS juga bersama DPRD, dan berlanjut dengan kegiatan Nota Keuangan Pengantar Anggaran, Pandangan Fraksi, Jawaban Walikota, dan Pembahasan oleh Badan Anggaran (BANGGAR) bersama Dinas Kesehatan, dan pada saat itulah terjadi pengurangan kuota dari 45 ribu jiwa menjadi 20 ribu jiwa dan terhitung sejak Maret 2021 dan pada saat itu Dinas Sosial tidak dilibatkan. tutup ucok kepada SSOL.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Sosial M.Idris,SH, Dinas Sosial hanya diminta untuk memutakhirkan data dari 45 ribu menjadi 20 ribu, kemudian langkah yang diambil adalah mengambil data 13.400,- jiwa sesuai dengan data masyarakat yang terdaftar di dalam PBI/KIS/BPJS Madani yang dibiayai melalui APBD.

Selebihnya sebanyak 5.600 jiwa diambil dari hasil musyawarah kelurahan (Muskel), sehingga semua berjumlah total 19 ribu jiwa, sedangkan untuk 1000 jiwa diambil dari data masyarakat yang dalam keadaan darurat / emergency yang keadaannya dalam perawatan kesehatan.

Dan untuk 300 jiwa adalah data untuk angka kelahiran anak bayi sesuai dengan PEPRES NO 82 Tahun 2018 tertanggal 28 Desember 2018.

Hermansyah Caniago.

LEAVE A REPLY