Ketua LPM : Penerima Gas LPG 3 Kg harus di data ulang.

Tanjungbalai-SSOL.Com-Jumlah Kuota Gas Elpigi 3 kg di Kota Tanjungbalai diduga sudah “menggelembung” terlalu besar,hal ini sesuai dengan jumlah Gas LPG 3 kg yang masuk ke Kota Tanjungbalai.

Hal ini membuat Adi Herman selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tanjungbalai angkat bicara, menurut Herman jumlah kuota Gas LPG 3 Kg di Kota Tanjungbalai sudah terlalu besar,dan diduga kuat sudah tidak linier dengan jumlah penerima masyarakat miskin atau kurang mampu di Kota Tanjungbalai.

“Saya menduga kuat jumlah tabung gas 3 kg sudah tidak linier dengan jumlah penerima masyarakat miskin”. (Tanjungbalai,08/06/2020).

Menurut Adi Herman yang juga Mantan Ketua DPD KNPI Kota Tanjungbalai, hal ini membuka peluang bagi mafia – mafia Gas untuk melakukan pengoplosan,menjual keindustri,dan menjual keluar wilayah kota Tanjungbalai.

“Ini membuka peluang mafia-mafia migas untuk mengoplos, menjual keindustri, dan menjual keluar wilayah kota Tanjungbalai”.

Adi Herman Juga meminta Kepada Pihak terkait seperti BPH.Migas, PT.Pertamina UPMS I Medan Region Sumatera, Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk turun langsung dan menertibkan alokasi jumlah gas LPG 3 kg di Kota Tanjungbalai yang diduga sudah melampaui Kuota penerima khususnya Masyarakat Miskin, kemudian diduga akibat Besarnya Jumlah Kuota tersebut berimbas dengan banyaknya Gas LPG 3 Kg dari Wilayah lain yang masuk dari luar dengan mengelabui membuka segel yang ada.

“Kita Minta seluruh Pihak Terkait seperti BPH Migas, PT.Pertamina UPMS I Region Sumatera, Pemko Tanjungbalai untuk turun langsung menertibkan alokasi jumlah Gas LPG 3 kg yang diperuntukkan kepada Masyarakat Miskin Kota Tanjungbalai, apalagi kami duga kuat banyak gas LPG 3 Kg dari wilayah luar masuk ke Kota Tanjungbalai dengan membuka segel yang ada”.

Ditambahkan Herman, jika kondisi hal ini terus-menerus dibiarkan,maka akan berdampak terjadinya kerugian negara dalam skala besar sebab gas LPG 3 Kg yang diberikan kepada masyarakat adalah subsidi yang dibiayai APBN.

Sebagaimana yang kita ketahui peruntukan Gas LPG 3 Kg, hanya kepada Masyarakat Miskin dan Usaha Kecil Menengah sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No.21/2007 tentang penyediaan,pendistribusian,dan penetapan harga Liguefied Petroleum gas tabung 3 kg,bahwa LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dengan penghasilan dibawah 1,5 juta dan kegiatan Usaha Kecil dan Mikro (UKM).

Hermansyah Caniago.