Ketua HMI Madina minta tempat maksiat ditutup

Madina| Semakin menjamurnya tempat-tempat yang diduga maksiat yang ada di Kabupaten Mandailing Natal mulai menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, pasalnya keberadaan tempat-tempat maksiat ini dinilai sangat bebas, dan harus segera ditutup.

Hal ini dikatakan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Madina Basir Lubis kepada media Minggu, (14/01/2018),”mulai dari café,
tempat karaoke, kedai tuak, hotel, dan tempat salon yang diduga dijadikan tempat maksiat dan bahkan rentenir bermodus koperasi, atau
sering dikenal lintah darat, harus segera ditertibkan dari bumi gordang sambilan”.

“Tempat tempat tersebut cenderung dijadikan sebagai tempat maksiat, seperti ajang prostitusi, peredaran minuman keras, dan arena judi
dan hal lainnya meski sembunyi-sembunyi, kesannya untuk Madina yang terkenal dengan serambi mekkahnya Sumut, dan juga Negeri beradat
taat beribadat, sangat buruk,” sebut Basir Lubis.

Selanjutnya Basir menyatakan,jika tempat tempat tersebut dibiarkan beroperasi, dan berkembang bak jamur di musim hujan, maka tidak
menutup kemungkinan kehancuran moral generasi muda tidak terhindarkan lagi.

Dengan kondisi saat ini yang sudah lampu merah dengan kemaksiatan, Basir menyebutkan hal ini harus disikapi dengan tegas, dan dengan
rasa kepedulian terhadap Madina Khususnya para generasi muda, ia mengatakan pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran.

“Kita nanti akan mengajak semua Ormas, Ormawa, Oki, tokoh masyarakat, dan juga Pesantren untuk ikut bersama dalam unras yang meminta
tempat tempat yang diduga sebagai ajang maksiat ditutup,” ungkap Basir.

Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Madina (PC.IMM) Ahmad Fausi Rangkuti mengungkapkan, akan siap
bergabung untuk aksi unjuk rasa nanti.

“Kita siap bergabung dengan masyarakat melakukan aksi unjukrasa yang menuntut segala tempat maksiat ditutup, tanpa terkecuali dan
pandang bulu,” sebutnya.

Lanjut Fausi, sebelumnya pihaknya sudah melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Satpol PP Madina menyampaikan hal tersebut.
“kemarin kita sudah turun ke Kantor Satpol PP Madina, dan apa yang kita sampaikan dalam aspirasi kepada Kakan Satpol PP Madina
direspon dengan baik,” ujarnya.

Fausi berpendapat jika hal ini terus dibiarkan dampak negative justru diterima langsung oleh masyarakat Madina sendiri, dan tidak
sedikit anak-anak Madina nantinya akan dewasa sebelum saatnya.

“Jangan sampai anak-anak sebagai generasi bangsa menjadi korban dari kondisi yang seperti ini,” tutup Fausi. :

Editor : Roem Nasution