Ketua BAKOPAM Sumut Minta Polri Usut Oknum Anarkis Pembubaran Kesenian Kuda Lumping

Medan. SSOLCom-Ibnu Hajar, SE Ketua Badan Koordinasi Pemuda Muslim (BAKOPAM) Sumatera Utara, meminta kepolisian selaku penegak hukum, segera mengusut tuntas. Atas arogansi dan anarkis oknum-oknum mengatas namakan ormas Islam yang melakukan pembubaran paksa tanpa alasan secara jelas, saat gelar pelestarian kesenian dan kebudayaan kuda lumping/jarang kepang oleh generasi muda pecinta seni di salah satu kawasan kota Medan, kemarin.

Ibnu menegaskan, kesenian dan kebudayaan serta perbedaan agama, merupakan satu kesatuan yang ada di Indonesia khususnya Sumatera Utara, yang kental memiliki kerukunan perbedaan. Dalam melakukan pembubaran gelar kesenian oknum dari ormas Islam tersebut, juga tidak memiliki surat izin resmi dari dinas terkait dan mereka juga bukan petugas Satgas Covid 19.

ironisnya, menganggap kesenian kuda lumping “musyrik”, ini akan menjadi pemicu pergesekan dan bisa melukai perasaan etnis maupun kesukuan yang ada di Sumatera Utara ini.

Oknum yang membawa nama ormas agama tersebut dianggap tidak bermoral, dimana salah satu oknum tersebut juga meludahi warga, yang melerai sehingga ini merupakan penghinaan dan tindakan tidak terpuji.

Tambahnya, MUI dari dulu tidak pernah membuat fatwa atau melarang atraksi atau gelar kesenian dan kebudayaan kuda lumping atau sejenisnya, Ini sudah salah kaprah dan oknum yang membawa nama ormas Islam tersebut terkesan arogansi dan anarkis harus segera di usut dan tindak tegas, agar keberadaanya tidak meresahkan dan membuat kegaduhan bagi Ormas maupun pecinta seni yang ada di Sumatera Utara.

Kita berharap, pihak kepolisian sebagai penegak hukum dan pihak terkait lainnya dapat segera, menyikapi dan mengusut tindakan anarkis dan arogansi oknum yang membawa nama ormas Islam tersebut.

Deddy

LEAVE A REPLY