Kabupaten Tapteng, Jumlah Pemilih Penyandang Difabel 613 Orang

TAPTENG, SSOL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, hingga 9 Januari 2019 telah mendata sebanyak 613 orang jumlah pemilih tetap penyandang Difabel di Tapteng. Dan dari jumlah tersebut, terdata sebanyak 63 orang penyandang Tuna Grahita (Cacat Mental). Rabu (9/1/2019).

Komisioner KPU Divisi Perencanaan Data dan Informasi Tapteng Yudi Arisandi Nasution mengatakan, jumlah total pemilih penyandang Difabel 613 orang sesuai data DPT hasil perbaikan (HP) ke 2, Tuna Netra 87, Tuna Rungu dan Wicara 163, Tuna Daksa 179, Tuna Grahita 63 dan 121 orang Disabilitas lainnya.

“Total penyandang Difabel sebanyak 613 orang sesuai data DPT Hasil Perbaikan (HP) 2, dengan rincian, penyandang tuna netra sebanyak 87 orang, penyandang tuna rungu dan wicara 163 orang, penyandang tuna daksa 179 orang. Tuna grahita (mental) 63 orang dan disabilitas lainnya 121 orang. Contoh disabilitas lainnya, adalah mereka yang mengalami cacat,” kata Yudi

Dijelaskannya, penyandang Difabel ini termasuk dalam pemilih khusus, dan tentunya ada akses berbeda yang diberikan kepada para pemilih tersebut, agar lebih gampang.

“Penyandang disabilitas ini sudah dicoklit, termasuk yang berumur 70 tahun keatas. Dari hasil coklit, rata-rata dilakukan pendampingan oleh keluarganya atau orang yang mereka percaya, jika tidak bisa jalan, maka akan ditugaskan untuk mendatangi rumah pemilih, setelah pemilih umum selesai dilaksanakan,” Ujar Yudi.

Ia menerangkan, hingga saat ini total Daftar Pemilih Tetap setelah perbaikan ke-2, KPU Tapteng menetapkan sebanyak 218.074 orang, dengan rincian Laki laki sebanyak 108.569 orang, Perempuan 109.505 orang.

“Dari total DPT ini, sebanyak 321 orang pemilih pemula yang berumur 17 sampai 20 tahun. Total TPS kita 920, rinciannya, 915 TPS umum, 4 TPS lapas dan 1 TPS rutan. Finalisasi data akan kita lakukan bulan maret nanti secara nasional,” tandas Yudi.

Selanjutnya, Ia kembali menambahkan, saat melakukan coklit, pihaknya menemukan data masyarakat yang terdaftar di DPT, tetapi orangnya sudah meninggal.

“Kelemahannya tidak ada surat keterangan meninggal, makanya masih terdaftar di Dinas Capil. Sekarang kita arahkan semua personil hingga ke PPS untuk mengurus surat keterangan meninggal sesuai data yang kita lihat, dan sudah ada sekitar tiga ratusan surat keterangan meninggal yang kita terbitkan sesuai data di DPT,” pungkasnya.

Iwan Pakpahan