JPPR Ingatkan JR Saragih Agar Tidak Manfaatkan Jabatannya

MEDAN – Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Sumatera Utara mengingatkan Bakal Calon Gubernur Sumut JR Saragih agar tidak memanfaatkan jabatannya untuk memaksa ASN ikut dalam politik praktis pada kontestasi pilkada pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumut 2018. Ungkap Hendri Sinaga Sebagai Menejer Advokasi Hukum JPPR Sumut

Netralitas ASN perlu dijaga agar tidak tidak terlibat dukung mendukung bakal calon Kepala Daerah baik Gubernur,Walikota maupun Bupati, hal ini sudah cukup jelas dalam sebaran Menpan-RB tertanggal 27 Desember 2017 dan mulai berlaku pada Januari 2018. Dalam UU No 42 Tahun 2004 juga diatur tentang jiwa korps dan kode etik pegawai negeri sipil, dalam point F dijelaskan  PNS dilarang melakukan foto bersama dengan bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah dengan mengikuti simbol tangan/ gerakan tangan sebagai simbol keberpihakan.

Kami melihat bentuk gerakan yang dilakukan ASN di Pemkab Simalungun semakin bebas saja, bukan hanya ASN nya saja yang melakukan gerakan keberpihakan tapi para pangulu/kepala desa di simalungun juga melakukan hal yang sama.

Oleh karenanya kami meminta Panwaslih Simalungun agar bersikap tegas untuk menegur dan mencegah JR Saragih tidak menggunakan tagline tangan didada kiri dalam acara resmi Pemkab Simalungun, ini dilakukan demi menjaga netralitas ASN dilingkungan Pemkab Simalungun. Ujar Hendri Sinaga

Kami meyakini JR Saragih paham soal aturan yang melarang ASN terlibat dukung mendukung, tapi kami melihat ada kesempatan JR Saragih sebagai Bupati Simalungun untuk memanfaatkan program-program resmi pemkab dalam mensosialisasikan dirinya agar dipilih, ini yang salah menurut regulasi yang ada, potensi yang timbul bisa berdampak buruk bagi jajaran ASN di pemkab Sumalungun jika tidak mau mendukung JR Saragih Sebagai Gubernur nantinya, inilah yang harus menjadi perhatian panwaslih Simalungun. Terang Hendri Sinaga.

Ditempat yang berbeda Koordinator Provinsi JPPR Sumut Darwin Sipahutar membenarkan hal tersebut, bahwa keterlibatan ASN di jajaran Pemkab Simalungun cukup jelas sejak dibukanya pendaftaran Bakal Calon Gubernur Sumut pada tanggal 8-10 January 2018 kemarin, hilir mudiknya ASN dalam mengantarkan Bapaslon JR Saragih-Ance Selian di kantor KPU cukup terlihat jelas, bagitu juga dengan keterlibatan sejumlah oknum satpol PP dan pangulu dalam penggunaan tagline tangan didada kiri. Kami menegaskan kepada Panwaslih Simalungun agar melakukan pencegahan terhadap JR Saragih untuk tidak menggunakan tagline tersebut dalam acara resmi pemkab Sumalungun. (Avi)