Jadi Objek Cari Uang, Bunga Bangkai di Tapteng Terus Dirusak

TAPTENG, SSOL – Pengrusakan bunga Bangkai (Amorphopalus Titanium) di jalan Rampa-Poriaha, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara terus terjadi. Senin (21/1/2019).

Terbaru, sebanyak 4 bunga bangkai yang seharusnya mekar di akhir tahun 2018 lalu, namun akhirnya rusak karena dipindah dari habitatnya ke pinggir jalan.

Masyarakat menjadikannya objek mencari uang. Sayangnya dilakukan dengan cara merusak bunga langka ini.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Hotmauli Sianturi yang diwawancara Wartawan di Sorkam belum lama ini menyebut, tak bisa berbuat banyak. Pasalnya bunga itu tumbuh di lahan masyarakat.

“Ia, (bunga Bangkai) berada di APL, secara hukumnya tidak bisa kita larang, toh itu areal miliknya, walau toh ini dilindungi,” kata Hotmauli.

Karena itu dikatakannya dibutuhkan kerjasama antara berbagai pihak, termasuk Pemda setempat dan masyarakat.

“Tetap harus kerjasama dengan Pemda dengan sosialisasi,” ucapnya.

Hal yang memungkinkan bisa dilakukan, kata Hotmauli, dengan pembuatan data tentang lokasi-lokasi dimana bunga Bangkai sering mekar.

“Kita akan mendata titik-titik dimana (bunga Bangkai) sering muncul, karena kita kan tidak tahu apakah setahun sekali atau enam bulan sekali dia tumbuh,” kata Hotmauli.

Menurutnya, dengan pemasangan poster himbauan, di lokasi-lokasi bunga Bangkai tumbuh dapat terbantu.

“Mungkin dengan semacam poster bahwa itu flora yang dilindungi. Untuk wisata mungkin saja, tapi jangan dirusak,” pungkasnya.

Iwan Pakpahan