IHSG Ditutup Melemah

MEDAN – Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah pada perdagangan hari ini dimana IHSG ditutup melemah tipis 19 Basis poin atau turun 0,29 % pada level 6.643 IHSG tertekan dilevel terendah 6.614 dan level tertinggi 6.665.

Tidak hanya IHSG, Bursa Wallstreet pada perdagangan kemarin mengalami pelemahan terdalam sebesar 1% atau 254 poin. Selanjutnya diikuti oleh Nasdaq yang juga mengalami pelemahan sebesar 0,07% atau 0,35 poin. Indeks S&P 500 turun 0,58% atau 15,96 poin dan indeks NYSE turun sebesar 0,78% atau sebesar 100 poin.

Pelemahan bursa Wallstreet ini disebabkan oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS serta laporan  kenaikan pinjaman jangka pendek AS yang melonjak tajam menimbulkan kekhawatiran investor dan melakukan profit taking.

Di bursa Asia penutupan saham berakhir mixed, Indeks Shanghai mengalami kenaikan sebesar 0.4%, indeks Hangseng mengalami kenaikan sebesar 1,8%, Kuala Lumpur Stock Exchange melemah sebesar 0.04% dan Philippine Stock Exchange melemah 1,25%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini ditutup menguat tipis. Penguatan Rupiah hari ini dorong oleh adanya pencatatan obligasi PT. Sarana Multigriya Finansial oleh BEI senilai 2 Triliun.

Dengan adanya penerbitan obligasi ini tentunya meningkatkan permintaan Rupiah lebih banyak, apalagi saat ini Bloomberg Barclays memasukkan surat utang dalam mata uang rupiah Indonesia ke Global Aggregate Index, yang tentunya memberikan daya tarik tersendiri bagi penguatan mata uang Rupiah.