Habiskan Dana Desa Tahun 2017 Ratusan Juta, Pembangunan Lapangan Futsal Desa Gohor Lama Mangkrak

Habiskan Dana Desa Tahun 2017 Ratusan Juta, Pembangunan Lapangan Futsal Desa Gohor Lama Mangkrak

Stabat, SSOL-Proyek pembangunan lapangan futsal, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, proses pelaksanaannya terkesan mangkrak. Pasalnya, sejak dibangun 2017 lalu, hingga kini fasilitas yang digadang-gandang pemerintah Desa Gohor Lama sebagai prasarana multifungsi tersebut belum juga rampung.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Disamping proses pembangunannya yang mangkrak, ternyata pembangunan lapangan futsal tersebut menelan jumlah dana yang tak sedikit.

“Kalau gak salah, itu pakai anggaran dana desa tahun 2017, sampai sekarang belum juga rampung. Jadi, sampai sekarang warga desa belum bisa menikmati fasilitas tersebut bang. Dengar-dengar, biayanya pun gak sedikit itu, ratusan juta tu biayanya bang,” beber salah seorang warga yang namanya tak ingin disebutkan.

Selain belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya, kondisi bangunan itu kini juga kotor, tidak terurus, dan terkesan terbengkalai atau dibiarkan saja setelah melewati beberapa tahap pembangunan.

Kepala Desa (Kades) Gohor Lama, Sudarman saat dikonformasi wartawan beberapa waktu lalu mengaku kalau pembangunan lapangan futsal tersebut berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat.

Dijelaskannya, bahwa pembangunan lapangan futsal tersebut adalah Anggran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun 2017 yang diserap dari Dana Desa.

“Kalau saya gak silap, itu APBDesa tahun 2017. Pembangunannya bertahap itu, mulai dari tahun 2017, 2018 dan akan kita rampungkan tahun 2019 ini,” sebut Darman.

Saat ditanya berapa anggaran pembangunan lapangan futsal tersebut, Darman terkesan mengelak dan mengaku sudah lupa berapa besaran pagu proyek tersebut.

“Dah gak ingat saya berapa angkanya, soalnya kan dah lama itu, lagi pula kan itu pembangunannya bertahap. Habis hari  raya ini lah kita lanjutkan sesuai dengan tahapannya“ jelas Darman.

Terpisah, Camat Wampu, Syamsul Adha saat dikonfirmasi mengaku kalau sudah berungkali mengingatkan Kades Gohor Lama tersebut agar pembangunan lapangan futsal tersebut segera diselesaikan, karena akan menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat.

Keterangan Syamsul berbanding terbalik dengan pernyataan yang disampaikan Kades Gohor Lama, Sudarnan. “Yang jelas proyek itu mangkrak. Saya sarankan agar proyek itu dipecah saja, dan sudah kami kordinasikan dengan pihak PMDK kami khawatir proyek itu akan menimbulkan masalah, karena anggaran proyek tersebut cukup besar itu bang,” Beber Syamsul.

“Tahun 2017 gak rampung bangunan itu. Tahun 2018, RAB yang awalnya untuk pembangunan lapangan futsal, ditambah ‘Finishing’ dalam RAB itu untuk mengajukan penambahan dana, dan Kades itu janji akan menyelesaikan pembangunan lapangan futsal tahun 2018 kemarin. Tapi, nyatanya hingga saat ini belum selesai juga,” Sambung Samsul.

Saat ditanya berapa anggaran pembangunan lapangan futsal tersebut, Syamsul mengaku tidak tahu persis berapa biayanya. “Lupa saya berapa angkanya, pokoknya besar itu, sekitar 350 atau 400 juta sampai rampung. Kalau yang lain, seperti proyek lining paling Cuma berkisar antara 30 – 50 juta aja. Dengan angka yang segitu besar dan proyeknya pun mangkrak, kan mengundang perhatian masyarakat dan menimbulkan berbagai pertanyaan ditengah publik,” jelas Syamsul.

Beberapa waktu lalu Syamsul mengaku kembali mempertanyakan masalah proyek yang mangkrak tersebut. Darman beralasan kalau tukang yang mengerjakan proyek tersebut sedang mengerjakan proyek yang lain. Syamsul menegaskan kepada Darman agar jangan menunda-nunda lagi pembangunan tersebut.

“Saya bilang, Saya gak mau tau, proyek ini harus segera selesai,” Tegas Syamsul kepada Darman.
Terpisah, Kasi Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (PMDK) Langkat, Darma, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Jum’at (31/5) mengatakan kalau masalah pembangunan lapangan futsal yang mangkrak tersebut sudah ditangani oleh Inspektorat.

“Pernah ada laporan dari pihak Kecamatan Wampu, dan langsung kita tanggapi dan langsung kita serahkan ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti. Kita hanya berhak memeriksa SPJ, kalau masalah fisiknya itu hak Inspektorat bg,” Beber Darma.

Saat ditanya besaran pagu untuk proyek pembangunan lapangan futsal tersebut, Darma mengaku kurang begitu mengetahui berapa angkanya. “Gak tahu kalau masalah itu bang, itu kan APBDesa tahun 2107. Kebetulan kami kan baru pindah kantor, jadi yang ada disini hanya data APBDesa tahun 2019.

Data lama masih tertinggal di kantor lama bang,” sambung Darma.
Terkait laporan dari Kecamatan Wampu tentang mangkraknya proyek tersebut, pihak PMDK pernah mempertanyakannya ke pihak Desa Gohor Lama.

“Alasan Kades, APBDesa 2017 itu hanya untuk pembangunan lapangan dan nanti akan disambung lagi. Begitupun, laporan dari Kecamatan Wampu kami teruskan ke Inspektorat bang,” ketus Darma.

Disinggung masalah permohonan penambahan dana yang diajukan pihak Desa Gohor Lama pada APBDesa 2018 untuk merampungkan proyek tersebut, Darma menyatakan harus ada realisasi pengerjaan proyek di tahun sebelumnya baru pengajuannya bisa dicairkan. Untuk mengetahui sejauh mana perkembanganya masalah proyek yang mangkrak itu, Darma menyarankan agar menanyakan masalah tersebut ke Inspektorat. “Coba cari informasi ke Inspektorat aja ya bang,” Ujar Darma mengakhiri pembicaraan.

Ahmad