Edy Rahmayadi mundur dari PSSI

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. FOTO: Antara/M. Agung Rajasa

JAKARTA, SSOL– Edy Rahmayadi memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam kongres tahunan yang digelar di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Ahad (19/1), setelah memimpin sejak tahun 2016.

Edy, yang juga Gubernur Sumatra Utara, menganggap dirinya gagal menjalankan organisasi dan berharap seluruh elemen PSSI tetap akur.

Edy Rahmayadi menyatakan secara tegas kalimat pengunduran dirinya, sekaligus menyampaikan pesan agar perjuangan PSSI diteruskan.

Dalam pidato penutupnya. Edy mengatakan bahwa dirinya telah berbuat yang terbaik untuk PSSI, dan meskipun ada kekurangan itu semua semata karena kekurangannya sebagai manusia biasa.

“Saya serahkan bendera ini. Saya berarti dengan sah detik ini, saya tinggalkan mulai detik ini saya serahkan kepemimpinan ini akan dilanjutkan. saya tak mau ada yang mengkhianati keputusan saya ini,” ujar Edy dengan tegas di hadapan kongres PSSI.

Edy juga menyampaikan pesan terakhirnya untuk PSSI agar menjadi semakin besar.

“Saya mohon maaf sekali lagi apabila ada kata-kata yang tak tepat. apabila ada perbuatan-perbuatan yang kurang baik, saya manusia biasa.  Saya berusaha berbuat yang terbaik. Sekali lagi, besarkan PSSi kita!,” kata Edy.

Edy Rahmayadi adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018, tanggal 4 Januari 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, Edy ditetapkan menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun dini.

Sebelumnya, Edy pernah menjabat Pangkostrad menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang telah menjadi KSAD.

Sebelum mundur dari PSSI, Edy merangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatra Utara, Ketua umum PSSI, dan Ketua Dewan Pembina PSMS Medan. []