Dispar dan KNPI Adakan Dialog Pemuda ” Memberantas Radikalisme Dengan Pemberdayaan Ekonomi”.

Padangsidimpuan.SSOL.COM-Dinas Pariwisata Kota Padangsidimpuan bersama dengan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Padangsidimpuan, Rabu (18/12), melangsungkan kegiatan Dialog Pemuda Tahun 2019, bertempat di Aula Man 2 Padangsidimpuan, kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Dalam Tajuk, ” Memberantas Radikalisme Dengan Pemberdayaan Ekonomi”.
Mewakili Kadis Pariwisata Kota Padangsidimpuan, Mei Jenni dalam laporannya menyampaikan, dasar kegiatan pelaksanaan Dialog Pemuda Tahun 2019 yang bekerjasama dengan DPD KNPI Padangsidimpuan adalak keputusan Walikota yang bertujuan untuk memberikan ruang dialog bersama Organisasi Kepemudaan tentang pemahaman Radikalisme, Intoleransi ataupun terorisme.

Sebelumnya, Ketua DPD.KNPI Kota Padangsidimpuan, Andi Lumalo dari podium menyambut kedatangan para peserta Dialog Pemuda Tahun 2019 dan mempersilahkan untuk bisa mengisi bangku yang sudah disediakan panitia.
Demikian juga dari pihak narasumber, Kasat Intelkam Polres Padangsidimpuan AKP Ahmad Fauzi yang akan memaparkan materi persepsi radikalisme dan ancaman ditengah – tengah masyarakat, serta narasumber dari HIPMI Padangsidimpuan, Muhammad Iqbal Harahap dengan materi upaya dan langkah menangkal Radikalisme Dengan Pemberdayaan Ekonomi.

Andi Lumalo juga berharap agar semuanya peserta termasuk seluruh pengurus KNPI yang hadir kiranya dapat mengambil kebaikan serta wawasan dari acara yang digelar.
” Walau bersifat seremonial harus ada yang terserap oleh peserta dan kiranya ada titik paham personal yang terkena dampak radikalisme,” ujarnya.

Dalam pemaparannya Kasat Intelkam Polres Padangdidimpuan AKP Ahmad Fauzi memaparkan, momen seperti ini sangat ditunggu dan memang lagi ramai dibicarakan. Devinisinya intoleran menurutnya tidak bisa menerima perbedaan, baik hak sosial politik. Radikalisme merupakan suatu ideologi atau faham yang melakukan merubahan dengan cara kekerasan akan tetapi untuk di Indonesia sendiri menunjukkan intoleran dalam artian anti pancasila.
Radikalisme itu melanda semua agama bukan dituduhkan untuk satu agama atau dikonotasikan pelakunya adalah Islam.
” Kalau bukan sepaham dengan pelaku halal darahnya dimana dari pengamatan saya, pelaku terorisme dan radikalisme itu saat ini terafliasi dengan jaringan ISIS. Mereka melakukan teror dan kekerasan di semua tempat juga di rumah ibadah. Sedangkan jaringan dari Afganistan sudah melemah,” kata Kasat Intelkam Polres Padangsidimpuan.

Ketua HIPMI Padangsidimpuan, Muhammad Iqbal Harahap menyampaikan, Negara Eropa sudah melewati masa lalu soal radikalisme disebabkan telah terpenuhi berbagai aspek, baik itu kesejahteraan, Sosial dan Keadilan karena kuatnya pondasi ekonomi.
” Akarnya karena kemiskinan dan kebodohan serta ketidak adilan. Kita adalah negara penduduk usia muda. Harus disadari bahwa Indonesia tempat terbaik untuk hidup dan untuk 50 tahun kedepan, jika kita lalai dan larut dalam perdebatan dan pertikaian radikalisme maka akan lebih jauh tertinggal,” terang M.Iqbal Harahap.

Lanjut Iqbal, secara pribadi dirinya menyampaikan terimakasih kepada DPD KNPI Padangsidimpuan khususnya Ketua Andi Lumalo yang telah mengadakan kegiatan Dialog Pemuda Tahun 2019 ini. Dari forum dialog tersebut, Ketua HiPMI berharap agar Stakeholder di Padangsidimpuan yang terkait dengan perberdayaan ekonomi untuk berkolaborasi mengatasi persoalan ini melalui Ekonomi.

M. Asroy Hasibuan dari BKPRMI dalam tanggapannya menyampaikan, kalau penyebutan faham radikal itu belum tertafsir sepenuhnya.
” Sepertinya kita harus lebih sering melakukan diskusi agar pemahaman radikalisme seperti apa yang dimaksud menjadi ancaman. Kita tidak ingin di Kota Padangsidimpuan ini terjadi nantinya kata ‘ Radikalisme’ itu menjadi dasar fitnah maupun alat kekuasaan dalam menganiaya orang ataupun kelompok masyarakat,” kata Asroy Hasibuan.
Modal utama untuk membangun kebersamaan menangkal radikalisme lawan dengan pemikiran. Karena seperti yang diterangkan Kasat intelkam Polres Padangsidimpuan bahwa Radikalisme adalah faham,maka dilawan lagi dengan pemikiran.

” Kita aplus kepada Dinas Pariwisa Kota Padangsidimpuan dan khususnya kepada adinda Andi Lumalo yang telah membuka ruang Dialog Kepemudaan ini untuk duduk bersama, berdiskusi untuk membawa generasi muda kita ke arah yang mandiri. Mandiri secara pemikiran juga mapan dari sudut ekonomi,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan Dialog tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padangsidimpuan Mei Jenni mewakili Kepala Dinas, Kasat Intelkam Polres Kota Padangsidimpuan, M.Fauzi mewakili Kapolres, Andi Lumalo Ketua DPD.KNPI Padangsidimpuan beserta pengurus selaku panitia, ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Padangsidimpuan, Muhammad Iqbal Harahap, dan para OKP, Ormas serta organisasi kepemudaan lainnya.

Martin Gabe.